Tampilkan postingan dengan label romance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label romance. Tampilkan semua postingan

5 Agu 2014

Patut Dipikirkan

Aku : "Tjuck, aku pengen banget liburan dan rutenya itu kek gini: Denpasar-Spore-Batam-Spore-Bangkok-Denpasar, gimana menurut kamu?"

Udul2 : "Eh Bun2, kamu tuh sing metilasang ibe (ga nyadar diri)!!! Kamu sekarang lagi miskin2nya, emang kamu kira liburan duit dari mana? bayar pake daun???"

Aku : "Oh iya lupa"

Udul2 : "aku punya solusi biar kita bisa liburan. Tanah 2 are yang baru kamu beli itu kamu jual aja trus duitnya buat beli mobil impianku dan sisanya buat liburan. Jadi, selain kamu membahagiankan aku dengan membuat mimpiku jadi kenyataan, kamu juga tetep bisa liburan. Gimana?"

Aku : "hmmmmmm, patut dipikirkan itu"

Udul2 :"Bener ya????"

Aku :"Iya, patut dipikirkan untuk menceraikan pacar durhaka seperti kamu!!!!!! aaarrrggggghhhhh!!!!!".

Udul2 : "wkwkwkwkwkwk"




Grey_2014

3 Jun 2014

Welcome Home, Honey!

Akhirnya, saya punya waktu juga untuk meng-update blog ini. Sekian bulan sudah berlalu, banyak sekali yang ingin saya ceritakan tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Baiklah, akan aku coba untuk merangkum beberapa hal yang telah terjadi selama 4 bulan terakhir ini.

Maret 2014
Aku dikirim untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi selama satu minggu penuh di salah satu sister company yang ada di Pulau Koh Samui, Thailand. Dalam sertifikasi tersebut, para peserta diharuskan mengikuti jadwal yang sangat ketat dan materi yang sangat banyak. Aku merasa seperti berada di dalam neraka yang dikelilingi oleh surga. Seminggu penuh menginap di Hotel mewah dengan semua fasilitas yang hebat, pemandangan alam yang luar biasa indahnya tapi sama sekali tidak bisa menikmati. Pada akhir pelatihan hanya ada 2 pilihan, pulang membawa sertifikat yang diakui secara international atau pulang mencari pekerjaan yang baru. Syukurnya saya bisa pulang dengan membawa kebanggaan bagi diri saya sendiri dan
perusahaan.





April 2014
Akhirnya setelah 2,5 tahun, aku dan si udul2 mengakhiri masa pacaran jarak jauh kami. Walaupun tidak tinggal bersama tapi kami sudah cukup puas dengan tinggal se kota. Apa ada perbedaan antara LDR dengan tidak? Ya jelas saja banyak perbedaan nya.

Pertama:
Pas LDR pulsa hp harus selalu ada pulsanya sekarang 2 minggu ga ada pulsa juga ga masalah.

Kedua:
Pas LDR, kasur ku ukuran single tapi sekarang berubah jadi ukuran 2x2 meter gara2 aku selalu ga bisa tidur kalau ada menyentuh tubuhku. Satu ketika aku dalam keadaan sangat ngantuk mengoceh "kasur udah seluas ini masih aja kamu dekat2 aku tidur. Panas tau!". wkwkwkwkwkwk, si udul2 langsung ngambek sampe mukanya berlipet2. Selain itu, kamar ku bersih dan rapi terus. Baju ada yg setrikain, lemari ada yang rapiin.

Ketiga
Kami bisa melakukan semua hal yang selama LDR hanya menjadi angan2 semata yaitu lari pagi saat weekend, nyalon bareng, main ke pantai saat sedang bosan, wisata kuliner setiap saat, nonton bareng, shopping bareng, nongkrong bareng, dll.




Masih di bulan yang sama, aku mengajak udul2 untuk liburan ke Pulau Lembongan yang jaraknya sekitar 45 menit dengan menggunakan speed boat dari Sanur. Selama 3 hari kami mengabiskan waktu di Pulau yang benar2 masih asri tersebut, melakukan hal2 konyol yang tak terlupakan.




Mei 2014
Aku melewati hari ulang tahun ku dengan melakukan kegiatan yang sangat menyenangkan bersama si udul2. Dimulai dengan ucapan ultah di pagi hari, makan siang bareng bos dan udul2, shopping di salah satu toko brand terkenal di Jimbaran dan ditutup dengan nongkrong santai sambil ngopi. Memang kami melakukan hal yang bagi orang lain sepele tapi kebersamaan kami adalah hal yang benar2 tak ternilai.



Juni 2014

1 Juni tahun ini adalah perayaan 31 bulan hubungan kami. Demi memberikan surprise untuk si Udul2, aku melakukan hal2 romantis seperti memberikan 30 batang mawar merah dan satu batang mawar putih sebagai hadiah monthlyversary kami. Selain itu aku juga memutarkan lagu2 jazz romantis dan mengajaknya berdansa. Aku pikir dia akan memujiku eh malah ditertawakannya aku mati2an. "kalau emang ga ada bakat romantis ya ga usah buat hal2 yg romantis, lucu tau!" katanya. Hiiiikkkkzzzzz, jadi malu sendiri aku.


Akhirnya aku berikan satu hari penuh untuknya pada senin kemarin. Pagi harinya aku mengajaknya Sembahyang dan melukad di salah satu pura di daerah Gianyar. Sepulang dari Sembahyang, kami lanjut ke nyalon bareng untuk perawatan rambut dan wajah. setelah hampir 2 jam berlalu, perjalanan pun dilanjutkan dengan makan dan shopping sampai malam. Senang sekali aku melihat raut bahagia yang terpancar dari wajahnya dan aku berharap dia akan selalu merasa bahagia bersama ku.


Grey 2014

17 Nov 2013

UDUL2 vs KETIAKKU

Kebiasaan apa yg biasanya dilakukan oleh pasangan kalian saat kalian sedang bersama??? Nah ini dia yang akan aku bagi saat ini.

Liburan pertama kami di Yogya sekaligus menjadi pertemuan pertama kami. Masih jelas sekali di ingatanku pertama kalinya aku melihat dia keluar dari pintu kedatangan di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Ah seperti mimpi yang jadi kenyataan rasanya. Singkat cerita, malam harinya ketika aku sudah tertidur nyenyak tiba-tiba aku rasakan ada sesuatu yang bergerak-gerak di ketiakku. Spontan aku terbangun dan mendapati Si Udul2 sedang sibuk mencari posisi yang pas dibawah ketiakku. OMG!!!!!, "Ayank, kmu lagi ngapain" tanyaku. "Aku ga bisa bo2, ga pa2 kan aku bo2 diketiakmu? tanyanya sambil memelas. Mau ga mau aku mengiyakannya. Dan hasilnya, sepanjang malam itu entah berapa kali aku kaget dan terbangun sambil berkata "sini2 ayank, bo2 di ketiakku" (menurut Si Udul2 sih) dan itu terjadi selama kami berada di Yogya, setiap malam.

Tenyata kegiatan tidur dibawah ketiakku yang dilakukan oleh Si Udul2 tidak hanya berhenti selama di Yogya saja. Sepulang dari Yogya, kami sempat menginap di salah satu hotel di Denpasar dan kembali lagi kegiatan tidur diketiakku dilakukannya. "Ah, mungkin hanya sementara saja" pikirku tetapi tidak. ternyata tidur dibawah ketiakku sudah menjadi kebiasaan buat Si Udul2. Pernah aku mengunjunginya pada Bulan Mei 2012, selama seminggu aku tinggal di Batam dan hasilnya 7 hari 7 malam si Udul2 tidur dibawak ketiakku. Tetapi ada satu malam yang tidak ia lakukan kebiasaannya itu, yaitu sepulangnya aku dari ICU krn penyakit Maag ku yang tiba2 saja kambuh (mungkin karena dia tidak ingin menggangguku).

Di Bulan Maret tahun 2013, aku kembali mengunjunginya di Batam, waktu itu hanya tiga hari saja aku disana. dan kembali lagi dia melakukan kebiasaan tidur di ketiakku. Waktu itu aku merasa benar-benar lelah dan aku pun berkata kepadanya "ayank, maaf aku ga bisa bo2 klo kamu kek gini terus". akhirnya dengan wajah yang masam Si Udul2 langsung berpindah posisi memeluk gulingnya sambil berkata "dasar Bun2 pelit"

Bulan depan, kami akan liburan bersama si Singapore selama 4 hari 3 malam dan aku akan menjemputnya terlebih dahulu ke Batam. Entah kebiasaannya  itu masih ada atau tidak disaat kita di Singapore nanti.

Pada intinya aku tidak keberatan dengan kebiasaannya si Udul2 itu hanya saja mungkin aku butuh waktu untuk membiasakan diri saja. Ya bagaimanapun kedepannya aku akan sering tidur dengannya karena balik dari Singapore, dia akan menetap di Bali. Ya walaupun kami mungkin tidak tinggal bareng, tapi setidaknya frekuensi pertemuan kami akan semakin sering.

Grey 2013


12 Okt 2012

Tentang Rasa

Sepertinya sudah lama aku tidak menyumbang tulisan di lapak si Bun2, baiklah tanpa mengurangi niat tulusku untuk menyumbang tulisan kali ini aku akan menceritakan sedikit cerita diantara kami.

Siang itu, kami lagi mengobrol lewat telpon (as you know deh gaya pacaran orang LDR) tentang akun fb, tiba-tiba si Bun2 teringat dengan akun fb lama yang sudah dia deactivate-kan. Obrolan kami jadi melebar kemana-mana terutama menyangkut ke mantan. Alhasil lanjutlah kita buka-bukaan tentang mantan masing-masing. Kata dia, jantungnya terasa berhenti berdetak saat liat foto si mantan padahal sudah lama dia putus dan tidak pernah berhubungan dengan mantannya. Sebaliknya aku agak terkejut juga mendengar pengakuannya, secara selama pacaran denganku saja dia gak pernah bilang seperti itu tapi buru-buru perasaanku ini kutepis karena aku berfikir ya wajarlah namanya juga mantan, orang yang pernah mengisi hari-harinya di masa lalu. Kata dia lagi, semua perasaan tertumpah campur aduk saat dia liat foto si mantan tapi yang paling dominan adalah rasa perih. Ya rasa perih.

Aku bisa memaklumi perasaannya karena aku juga punya mantan namun yang kurasakan saat lihat foto mantan dengan apa yang dirasakan Bun2 saat lihat mantannya tidaklah sama. Jujur kalau ditanya perasaanku saat lihat foto si mantan tak ubahnya aku melihat objek keseharian. Aku justru terkesan dengan alam, dengan suasana mendung pagi di kota mantan dan ha-hal kecil tentang kebersamaan saat itu. Tak jarang mendung di pagi hari sering membuatku galau, seperti memutar balik suasana pagi di kota itu.
Nilai rasa memang tidak selalu sama pada setiap orang, ketika kita melihat objek itu berharga, indah, baik atau buruk adalah tergantung korelasi kita dengan si objek. Semakin dekat korelasi kita dengan si objek maka penilaian kita akan cenderung subyektif dan mengesampingkan logika. Tak heran kalau cinta itu tanpa logika.
Memutar balik kisah-kisah kami dengan mantan bukanlah bermaksud membangkitkan luka lama, bukan juga untuk membuat pasangan cemburu atau menjelek-jelekkan mantan, namun sebagai pelajaran yang kita ambil hikmahnya untuk menata masa depan. Masa lalu adalah cermin proses belajar dalam hidup.

Cinta memang merupakan keharusan dalam suatu hubungan tapi bukan berarti cinta adalah segalanya dalam suatu hubungan. Aku tahu, perasaan cinta si Bun2 kepadaku tidaklah sebesar perasaan cintanya kepada mantan pertama begitu pun sebaliknya. Tapi aku selalu punya keyakinan kalau si Bun2 tidak akan bisa hidup tanpa diriku (*asli lebay) karena dia sudah ada keterikatan bathin denganku *ini efek upgrade pelet semalem, dukunnya top margotop!

Let’s say thanks to the past and welcome to the future.




@AWD 2012

17 Jul 2012

Bunuh Dia atau Aku Pergi



“Aku sudah tidak tahan lagi, kamu bunuh dia atau aku yang pergi dari hidupmu!”

Semua hal yang kita tulis di blog ini adalah kisah kami ( aku dan Bun2), jadi aku menghimbau kepada orang yang membaca kisah ini hendaknya mempertimbangkan terlebih dahulu sehingga tidak ada efek samping yang di timbulkan setelah membaca kisah kami. Kalau hanya pusing dan mual-mual itu lumrah, tapi kalau sampai demam atau meriang silahkan hubungi dokter terdekat, hehehehe….

Apapun bentuk hubungan erat yang terjalin antara dua manusia pasti pernah mengalami satu titik jenuh, dimana masing-masing dari mereka terkadang kalah oleh egonya sendiri. Tidak terkecuali hubungan kami. Permasalahan kecil bahkan perdebatan sengit sering terjadi diantara kami yang berujung pada kata-kata perpisahan. Satu hal yang yang paling mendorong keluarnya kata “perpisahan” adalah karena emosi. Masing-masing dari kita punya emosi hanya kadarnya saja yang berbeda, kalau saya emosi biasanya cenderung diam dan Bun2 kebalikannya, kalau dia emosi reaksinya meledak. Kalau di umpamakan, kami ini seperti daratan dan lautan yang disinari matahari. Aku lautan dan Bun2 daratan, daratan lebih cepat panas dan cepat juga dinginnya sedangkan lautan lama panasnya dan lama juga dinginnya.

Namun terlepas dari emosi kami, sepertinya perasaan jauh lebih kuat di bandingkan dengan emosi. Saat emosi kami mereda, maka rasa haru menyeruak di hati masing-masing. Terlebih saat mengenang masa-masa kebersamaan kami yang sangat terbatas, dan langka. Momen terindah itulah yang melumerkan semua kekerasan ego dan emosi ini. Saya tahu bahwa sampai kapanpun kita tidak akan pernah mendapatkan pasangan terbaik, karena kebaikan dan kepuasan manusia sungguh tidak terbatas, tapi saya berusaha membuat apa yang kita jalani menjadi lebih baik. Ya hanya itu yang bisa kita lakukan, bukan mencari yang terbaik tapi menjadikan segala yang kita miliki menjadi lebih baik.

Hubungan LDR memang berat, terlebih saat salah satu diantara kita ada yang mengalami tekanan maupun masalah di lingkungan eksternal. Kehadiran partner sangatlah di butuhkan untuk menguatkan sekaligus tempat bersandar. Dan hal itu yang pernah memicu pertengkaran diantara kami. Aku belum bisa mendampingi Bun2 di kota D dan Bun2 pun tidak bisa pindah ke kota B tempat saya bekerja sekarang. Saya berusaha memahami keadaan Bun2 namun terkadang dia masih lepas control dalam emosi dan hal inilah yang menjadi titik terendah hubungan kita. Aku pun terpancing emosi, bukan malah meredakan emosi Bun2 tapi malah meninggalkannya. Membiarkan dia dengan emosinya dan membiarkan diri saya berdiam diri seperti orang bego. Sampai akhirnya saya mengajukan satu syarat untuk menyelamatkan hubungan ini, ya hanya satu syarat tapi sangat berat. Saya menyuruhnya untuk membunuh, membunuh musuh yang ada dalam dirinya yaitu emosi yang meluap-luap. Mungkin aku seorang pacar yang terlalu kejam, tapi di balik kekejaman ini aku punya maksud dan tujuan yang baik (maaf aku sedikit memuji diri sendiri). Aku tahu ini bukanlah hal yang mudah, tapi selama ada niat dan tekad untuk menjadi lebih baik (bukan yang terbaik) kita pasti bisa.

Kata orang bijak, mencintai bukan menjadikan orang yang kita cintai seperti apa yang kita mau.

Kata saya, mencintai bukan berarti mentoleransi hal-hal yang kurang baik.
Kalau cinta jangan takut untuk berubah menjadi lebih baik.


Everyday we learn, we love and we try to be better.

@AWD

11 Jun 2012

Gara-Gara Konser Tunggal





Ibarat film kartun, Tom & Jerry merupakan refleksi dari saya dan si Bun2. Baik dari segi fisik maupun tingkah laku Tom and Jerry benar-benar bisa menjadi cerminan kami. Secara fisik Bun2 adalah Tom (besar) dan saya adalah Jerry (mungil). Secara watak juga mirip, saya jahil dan Bun2 gampang marah. Meskipun sering berantem tapi kami tetap saling merasa kangen klo tidak mendengar suara satu sama lain. Apalagi si Bun2, dia bisa uring-uringan semalem suntuk klo tidak mendengar suara merduku ini…*Geer. Apalagi status kami yang LDR-an, dan tahu sendirilah telepon adalah senjata pamungkas kami untuk berkomunikasi dan tanpa alat sakti itu mungkin hubungan kita gak akan selancar jaya sekarang (lancar segala-galanya, lancar bercanda, lancar saling ngejek, lancar berantem, pokonya lancar car car…..).


Oh iya ada satu kebiasaan kita saat teleponan yaitu sesi tebak lagu. Tampang tidak menjamin selera lagu oke loh. contohnya si Bun2, tampang gaul, usia muda tapi selera lagunya hadeeeehhh.. ampun-ampun deh. Lagu-lagu koleksinya jadul poenya, generasi Bapak ama Ibunya waktu masih pacaran, beda sama seleraku yah meskipun gak terlalu lagu-lagu up to date tapi setidaknya masih lagu-lagu era ‘97 ke atas. Mulai dari pop, slow, rock, R&B, dan irama yang agak-agak nge-beat aku suka, termasuk dangdut beberapa aku suka. Tak jarang saat kita karaokean, kita tidak pernah satu selera dalam bernyayi, pengen duet bingung lagu apa kira-kira yang cocok buat kita. Alhasil kami seperti latihan olah vocal, dia nyanyi sendiri dengan pilihan lagu jadulnya dan aku nyanyi sendiri dengan pilihan laguku juga. Oh iya back to the topic tebak lagu, siang tadi entah kenapa saat kita lagi teleponan aku iseng muter lagu kesukaanku sembari menirukan lirik lagunya. Si Bun2 hanya mendengarkan dengan anteng aku bernyanyi, dan saat seperti inilah yang benar-benar aku maksud konser tunggal yang sesungguhnya karena hanya satu penyayi dan satu pendengar hahahahahaha *maksa.com


Lagi asyik-asyiknya bernyanyi si Bun2 memberi tebakan lagu, yah seperti biasalah dia tidak jauh-jauh dari lagu jadul. Tetapi saking konsennya aku nyanyi aku gak menggubris tebakannya itu dan alhasil marahlah si Bun2 karena merasa dicuekin.

“Ya udah klo ayank mau nyanyi, nyanyi aja dulu”, katanya dan mematikan telpon seketika.

“Matilah anak ayam” *gerutuku dalam hati

Gawat nih si Bun2 klo udah marah seperti itu dan aku sengaja tidak menelpon balik karena gak enak hati udah bikin dia marah. Beberapa saat kemudian aku telpon balik dia tapi ternyata dia masih marah dan giliran aku yang dicuekin. Baiklah daripada saling cuek kayak gini mendingan aku kasi dia waktu aja sementara sambil mematikan ke dua handphone ku beberapa jam sampai menunggu marahnya Bun2 reda.

Tralalaaaa…after few hours, I turn on my handphone. Ting tong…ting tong…suara bbm masuk dari Bun2. Sederetan message dari Bun2, mulai dari pertanyaan kenapa hape dua-duanya dimatiin?, Permintaan maaf sampai pada gambar tattoo tulisan namaku di lengan kirinya. Duuhhh romantis juga si Bun2, bikin hatiku luluh lantah. Akhirnya kita baikan lagi. Dan dunia Tom and Jerry bersinar lagi.


Ternyata LDR itu tidak mudah, disamping butuh dana extra (kalo pengen ketemuan terutama saat kangen kita udah memuncak di ubun-ubun), ada beberapa ego yang mesti kita buang jauh-jauh. Pengertian dan kepercayaan yang tinggi sangat mutlak diperlukan serta yang tak kalah pentingnya adalah komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik adalah kunci dari sebuah hubungan yang baik. Makanya sekarang kita buat janji kalo ada masalah tidak boleh mematikan handphone karena akan ada konsekuensinya jika ada salah satu dari kami yang melanggar janji ini...

@AWD 2012

21 Mei 2012

Aku, Kamu, Kita

Di matamu, aku melihat ketulusan cinta. Di senyum mu, aku mendapat keteduhan jiwa.

Sayang, tahu tidak, malam ini entah mengapa aku merasa sangat merindukan mu. Merindukan saat-saat memeluk mu, mencium mu, aku merindukan wangi nafasmu, merindukan kecupan tengah malam mu, dan bahkan aku juga merindukan semua omelan bawel mu itu.

Ada satu momen dimana aku benar-benar merasa bahwa kamu lah orang yang selama ini aku cari. Masih ingat saat kita liburan di Jogja? Saat pertama kalinya kita mandi bersama? Dan apa yang kamu lakukan saat itu? Iya kamu benar, untuk pertama kalinya kamu menyentuh kakiku, bukan untuk menyembahku atau menghormatiku tapi untuk membersihkan kotoran yang ada di sela-sela kuku jempol kaki ku. Saat itulah untuk pertama kalinya aku melihat ketulusan terpancar dari matamu.

Tak jarang disaat kita bersama, aku mencuri pandang ke arah mu. Menatap mu yang sedang asyik mengerjakan sesuatu dan disaat itulah terbesit haru di fikiranku betapa beruntungnya aku memiliki mu dalam hidupku.

Suatu hubungan bukan hanya berdasarkan atas cinta semata. Bersama dirimu aku belajar bagaimana mengontrol emosi, belajar bagaimana mengalah demi kebaikan bersama, belajar bagaimana menciptakan hubungan yang teduh dan sejuk, dan yang terpenting belajar bagaimana mempertahankan hubungan ini untuk selamanya dan aku akan terus belajar untuk ku, untuk mu dan untuk kita.

@Grey 2012


20 Mei 2012

Honeymoon Part 2; Oleh-Oleh Dari Batam

Entah hanya kebetulan saja atau aku memang berjodoh dengan tempat ini, setelah dua tahun berlalu, akhirnya aku kembali lagi ke Pulau yang terletak hanya 30 menit saja dari negara tetangga Singapura yang merupakan tempat merantau si Gek. Batam, pulau yang penuh sesak dengan pendatang dari hampir semua wilayah di Indonesia, Singapura dan beberapa negara lainnya terutama yang menginvestasikan uang mereka di wilayah industri terbesar di Indonesia ini.


Tujuanku kembali ke Batam adalah untuk mengunjungi kekasihku Gek Awd, sekaligus merayakan Hari Ulang Tahunku yang ke 26 yang jatuh pada tanggal 17 Mei kemarin. Berbekal pengalaman liburan di Yogyakarta pada awal tahun kemarin, akhirnya aku dan Gek memutuskan untuk tinggal di homestay saja yang kebetulan terletak di dalam salah satu Mall terbesar dan teramai di Batam yaitu Nagoya Hill Mall daripada menginap di Hotel berbintang.


Homestay tempat kami menginap kalau menurut aku lebih dari cukup dari kata nyaman. Kamar ber-AC, kamar mandi dalam yang bersih dengan dilengkapi air panas dan dingin, tempat tidur ukuran queen size, televisi yang dilengkapi dengan channel dari Indovision, sebuah lemari Baju yang cukup besar, dressing table serta balkon yang luas dengan pemandangan langsung ke Nagoya Hill Mall tetapi dengan rate yang sangat murah, yaitu Rp.100.000,- saja per hari.


Hari pertama aku di Batam bisa dibilang hari yang paling naas karena hari yang seharusnya aku menemani si Gek bermalam mingguan tetapi malah si Gek yang menemani aku di UGD. Aku masuk UGD jam 10 malam karena penyakit maag ku kambuh yang menyebabkan aku hampir tidak bisa bergerak dan sesak nafas. Setelah diinjeksi dan mendapatkan perawatan kurang lebih selama satu jam maka aku diizinkan untuk keluar dari Rumah Sakit dan keesokan harinya si Gek tak henti-hentinya mengomel karena aku tidak mengindahkan peringatannya untuk membawa bekal makanan yang cukup selama perjalanan dari Bali ke Batam ditambah lagi sehari sebelum keberangkatanku, malam harinya aku hanya tidur 4 jam saja.


Hari-hari selanjutnya aku lewati bersama Gek dan sahabat-sahabatku yang ada di Batam. Dimulai dengan mengunjungi patung Dewi Kwan Im terbesar di Indonesia yang terletak di kawasan KTM Resort (dari tempat ini, kita bisa melihat Negara Singapura yang terpisahkan oleh laut), berwisata kuliner di berbagai tempat dan yang terpenting adalah menemani si Gek melakukan hobby nya yaitu Shopping.


Yang tentu saja tidak mau aku lewatkan selama aku di Batam adalah berwisata kuliner. Selama 7 (Tujuh) hari aku liburan di Batam, aku mendatangi beberapa tempat yang menyediakan masakan khas melayu, Indonesia dan Chinese food dan seafood. Dimulai dari restaurant ayam taliwang di kawasan Pelita yang menyajikan masakan khas lombok yaitu ayam taliwang dengan sambalnya yang sangat pedas dan enak. Selanjutnya empek-empek di food court nya Plaza Batamindo yang rasanya tidak kalah dengan empek-empek Pak Raden yang dulu ada di dalam kawasan Nagoya Hill Mall. Lumpia dan bakwan di Restaurant Grand Duck (dulu bernama fisherman restaurant), Martabak telur Sari Eco dengan bumbu kare yang menggoyang lidahku lokasinya depan Nagoya Hill. Maju sedikit ke kawasan Windsor terdapat banyak sekali tempat makan yang bisa membuat ketagihan dimulai dari morning bakery yang menyajikan berbagai roti-roti pilihan dengan kopi tubruknya yang wangi, otak-otak basah tepat di depan morning bakery, Epok-Epok (pastel) dengan 3 pilihan isi yaitu talas, telur dan sarden serta ayam cabe hijau 808 di pinggiran kawasan Windsor. Lanjut ke pasar Penuin, kita bisa mendapatkan masakan khas melayu dari nasi ayam hainan, jajanan pasar, sampai roti prata. Bagi penggemar rujak, ada satu kawasan yang bernama Simpang Rujak (bukit senyum) yaitu kawasan yang khusus menjual rujak baik rujak dengan bumbu kacang maupun bumbu gula. Bagi penggemar seafood bisa coba Pondok Ikan Bakar di Batam Center, dari gonggong (jenis kerang) rebus, ikan bakar sampai kepiting lada hitam lengkap tetapi dari segi rasa masih kalah jauh dengan seafood restaurant yang ada di Bali.


Tak terasa seminggu telah berlalu dan tepat kemarin aku kembali ke Bali. Kembali ke rutinitas keseharianku dengan berbekal pengalaman liburan yang tak akan pernah terlupakan bersama kekasih tercinta dan sahabat-sahabatku



@Grey 2012

27 Mar 2012

Mahluk Tuhan Paling Sexy Versi Si Bun2

Si Bun2 (Grey) itu emang ada-ada aja tingkah anehnya dan yang satu ini bener-bener bikin aku ketawa sampai keluar air mata.

Semalam si Bun2 ngambek gara-gara aku katain gendut dan perut buncit, alhasil dia ngomel sambil nyanyiin lagunya Mulan Jameela “Mahluk Tuhan Paling Sexy”, berikut gubahan liriknya versi Bun2 :

Tubuhku seksih,
itu terbukti,
dari cara mu,
memuji diriku.

Mataku seksih,
itu terbukti,
dari cara mu,
menatap aku.

Aku seperti, ada,
didalam penjara,
cinta~mu.

Bibirku seksih,
itu terbukti,
dari cara mu,
mencium bibirku.
Perutku seksih,
itu terbukti,
dari cara mu,
mencubit perutku.

[Reff:]
Akulah mahkluk Tuhan,
yang tercipta,
yang paling seksih.
Cuma kamu yang bisa,
membuat ku,
terus mendesah,

Auughh…Aughhh…. (ahh… ah…ah) *di nyanyikan dengan desahan yang sensasional
Aughh…Aughhh…. (ah… ah… ah)


“OMG!!!....Ohhh My Goat!!!,,, Bun2………………………….!!!!” (aku ngakak sambil teriak kenceng).

Kalo Aming terkenal gara-gara make up nya yang ancur, trus Pretty Asmara terkenal karena badannya yang besar, sepertinya si Bun2 bakal terkenal gara-gara punya perut seksih…one pack alias jendul hahahahahhahahaha……!

Bun2, kalo kamu sampai jadi artis maka namamu adalah Bun2 Jameelah ya sayang *twink-twink*.

@AWD 2012

14 Mar 2012

PeeR Dari Si Bun2

Sebenarnya agak basi aku menulis cerita ini secara ini adalah 4 pertanyaan yang diajukan si Bun2 (Grey) untukku sejak beberapa hari yang lalu. Berhubung karena gairah menulisku lagi down dan hasratku berinteraksi dengan laptop juga menurun drastis ya jadilah cerita ini ke-pending sekian hari.

Pertanyaan diajukan lewat bbm tapi sayangnya sudah terhapus semua ya jadilah aku berusaha mengingatnya semampu otakku. Maaf ya Bun2 cayank klo ada kalimatnya yang mungkin tidak sama persis dengan kalimat pertanyaan yang kamu ajukan, yang penting kan intinya mengena…dan tidak melenceng dari hal yang kamu ajukan, iya khan bun2 cayang? *twink-twink*

Pertanyaan 1: Apa yang pertama kali terlintas dalam pikiranmu saat pertama kali melihatku di bandara Adi Sucipto Yogyakarta?

Perasaanku ketika untuk pertama kalinya melihat si Bun2 di bandara adalah bahagia, sangat bahagia. akhirnya untuk pertama kalinya aku bisa melihat secara langsung orang yang menjadi partnerku tiga bulan terakhir ini, chubby banget dah sampai gemes aku melihatnya. Dan yang paling tak bisa aku lupakan adalah keringat diatas bibirnya plus mukanya yang pucat pasi karena mabuk udara tetapi tetap berusaha tersenyum untukku.

Pertanyaan 2 : Selama dua minggu kebersamaan kita, sifat apa dari aku yang kamu suka dan yang kamu tidak suka?

Sifatnya si bun2 yang aku suka adalah sangat perhatian sama aku, suka membimbing alias ngemong walaupun umurnya lebih muda 5 tahun dari aku tetapi sifat ngemongnya ini membuatku merasa orang yang lebih muda darinya. kalau sifatnya si Bun2 yang aku tidak suka adalah emosi nya yang sedikit berlebihan, yach namanya manusia ga ada yang sempurna, ya nggak ayank bun2?

Pertanyaan 3 : Bagian tubuh mana yang kamu suka dan tidak suka dari tubuhku?

Bagian tubuhnya si bun2 yach, aku paling suka melihat lesung pipi sama tatapan mata ganjennya, selalu bisa bikin aku klepek-klepek *ikan kali yee klepek2? Sedangkan yang aku tidak suka tentu saja perut bun2 sama lengannya yang besar itu

Pertanyaan 4 : Apa harapan mu untuk hubungan kita kedepannya?

Harapanku dengan hubungan kita sangat simple, yaitu semoga kita menjadi pasangan yang di-iri-kan oleh pasangan lain. Biasanya sesuatu yang di-iri-kan orang lain pasti hal-hal yang positif, contohnya mereka iri melihat kekompakan kita (kemana-mana kan kita selalu kompak pake celana pendek, kaos, & sandal jepit), iri melihat keberhasilan kita ( kita bisa beli rumah, mobil dan nyekolahin si Junjun sampai S3), iri melihat kita yang suka travelling ( baik dalam kota, luar kota atau pun luar negeri), dan iri-iri lainnya kecuali satu hal yang mereka tidak irikan, melihat badannya Bun2 yang tumbuh makin subur karena masa pertumbuhan yang berkelanjutan. Hahahahaha…..

Demikianlah akhirnya saya bisa menyelesaikan PR yang dikasi oleh Bun2 dengan harapan bahwa PR ini hanyalah cerita kecil dari hubungan kami yang akan kami review secara berkesinambungan demi kelancaran hubungan kami seterusnya dan kalo bisa selamanya. A to the min…Amiin.

@AWD 2012

4 Feb 2012

Oleh-Oleh Honeymoon; Kamar Mewah Hotel VS Kamarku yang Bau dan Pengap

Begitu banyak cerita begitu banyak kisah dan begitu banyak kenangan yang telah terukir dalam liburanku kali ini tentu saja bersama si gek. Aku bahkan sampai bingung kisah yang mana yg akan kutuliskan di sini sebagai oleh-oleh liburan kami berdua.

Dari sekian banyak pengalaman, ada satu hal yang membuatku tidak habis pikir sampai sekarang. Mau marah iya, kesel iya, dongkol juga iya rasanya aku benar-benar tidak bisa percaya sampai sekarang.

Selama kami di Jogja, kami menginap di salah satu hotel bintang lima di kawasan palagan tentara. Namanya saja sudah hotel bintang lima, tentu saja kamarnya merupakan kamar yang sangat nyaman dengan king size bed, ac, sofa, tv, ruangan yang selalu wangi, kamar mandi dengan amenities terbaik serta tambahan fasilitas yang diberikan oleh GM nya langsung yaitu tambahan fullboard (kamar termasuk makan dan minum gratis sepuasnya) yang awalnya hanya compliment room only. Semuanya demi menjamu kekasihku tersayang, tetapi kenyataannya selama tiga hari tiga malam si Gek hampir tidak bisa tidur, kalau aku tidak salah selama itu dia hanya tertidur tidak lebih dari saju jam saja.

Sumpah aku bingung banget apa yang sebenarnya terjadi dengan si Gek, dan kebingunganku semakin menjadi-jadi ketika kami pulang ke bali dan aku menawarkan Gek untuk menginap di rumahku dan tidur di kamarku. Sebagai bayangan, kamarku itu sudah tertutup selama 7 hari dan kondisinya berantakan plus bau apek kamar yang tidak pernah mendapat udara segar sedangkan untuk furniture dan fasilitas kamarku hanya ada sebuah kasur single bed, kipas angin, tv dan sebuah lemari. Pertama kali si Gek masuk ke kamarku dia langsung protes. "Kamarmu ini udah berantakan,kotor, bau pula seperti kamar cowok aja" gumamnya sambil merapikan sedikit kain sprei bed ku. Tak lama kemudian aku lihat dia merebahkan tubuhnya diatas kasur dan hanya selang beberapa menit si Gek sudah langsung tertidur dengan pulasnya bahkan saking pulasnya aku jailin dia pun sama sekali tidak membuatnya merasa terganggu.

Yang menjadi pertanyaanku adalah, mengapa selamat menginap di hotel berbintang yang notabena kamarnya sangat nyaman dan mewah tidak bisa membuat partnerku ini tidur dengan nyaman justru ketika dia berada dikamarku yang serba tidak nyaman bisa membuatnay benar- benar merasakan kenyamanan tidur? Jadi tadi pagi aku bilang sama si Gek kalau next time kami liburan lagi, aku ga mau ngajak dia nginep di hotel lagi tapi nginep di kamarku aja,,,

@Grey 2012

14 Jan 2012

H-12


Dari judulnya saja mungkin anda sudah bisa menebak pasti akan ada sesuatu di hari ke 12 dari sekarang. Hari apakah itu?

Mari aku ceritakan kronologisnya (cieehhhhh….kayak peristiwa pembunuhan aja…)
Aku dan Grey jadian selang beberapa hari bertemu di dunia maya, tepatnya tanggal 01-11-11 aku menerima pinangan Grey untuk menjalin lembaran baru dalam buku percintaan kami.

Beberapa hari setelah jadian tiba-tiba aku kepikiran pengen liburan ke suatu tempat, awalnya aku pilih Lombok karena dekat dengan Bali, selain itu juga karena dengar cerita teman-teman yang sumpah kalo mereka cerita sangat berapi-api, padahal itupun gak semua dari mereka pernah pergi ke Lombok, cuma denger cerita juga. *Gubraaaakkkkkkkkkk
Sebenarnya aku sudah pernah pergi ke Lombok waktu jaman SMU, dulu banget waktu Lombok belum setenar sekarang dan suasananya juga masih sangat sepi. There’s nothing special I found.

Akhirnya setelah melalui beberapa pertimbangan dan diskusi alot bersama si ayank Grey (bahkan sampai nyolot-nyolot loh…saking alotnya) maka kami putuskan untuk menunda acara liburan ke Lombok dan memilih Jogja sebagai tempat liburan kami di awal tahun 2012.

Yuhuiiiii….Jogja euy……

Ternyata aku dan Grey sama-sama punya impian untuk liburan ke Jogja dan lebih kebetulan lagi si ayank Grey dapet gratisan nginep di Hotel yang merupakan fasilitas yang diberikan oleh kantornya. Lumayanlah,… kalo meniru gaya berbicara Syahrini “Alhamdulillah sesuatu banget”.

Si ayank Grey antusias banget nyari tiket pesawat Bali-Jogja two way dan dia gak butuh lama buat ngedapetin tiket secara tinggal booking via email ke Travel langganannya dan alhasil she got it with best price and best Airlines. Duhhh hebat deh si ayank…makacih ya Bun2…

Finally……Akomodasi dan transportasi sudah fix.

Ckckckckck…kalo dipikir-pikir kami berdua ini sangat gila, baru beberapa hari jadian aja udah merencanakan liburan bersama bahkan segala sesuatu sudah di prepare banget dari bulan November. Emang ya kalo kami niatin dengan sungguh-sungguh, nothing is impossible. It’s happen with us.
Astungkara, sweca Hyang Widhi ( Puji syukur, karunia Tuhan).
Memang kami tidak pernah tau misteri Tuhan, dan beliau tidak pernah kurang panjang tangannya untuk membantu kami kalo kami yakin dengan kebesarannya. Kata si Grey, pertemuan kami bukan karena faktor kebetulan tapi karena sudah diatur oleh-Nya.

Wah koq obrolan aku jadi religius gini yah? *getting old jadinya…
Back to topic, tinggal 12 hari lagi kami akan ketemu di Jogja…pertemuan pertama di bulan ketiga hubungan pacaran kami. Tentunya hari H adalah hari yang sangat kami tunggu-tunggu, dan kami berharap semuanya akan berjalan sesuai dengan planning yang udah kami susun.

Oiya, di Jogja nanti juga kami akan ketemu dengan teman (pasangan) yang secara khusus datang ke Jogja untuk ketemu kami. Boleh dibilang double dating-lah…Mmmmhhh….sepertinya bakalan menjadi tour yang mengasyikkan, jadi gak sabar membayangkan hari H itu.

Sementara si ayank Grey sibuk menyusun rundown untuk di Jogja, aku mau shopping dulu ah buat persiapan keberangkatan.

@AWD 2012

7 Jan 2012

Tanpa Gek Tak Kan Ada Grey

Aku nggak tau harus mulai dari mana, dari sikap emosional ku atau dari kesabarannya yang tak berbatas?

Beberapa bulan menjalin kisah kasih bersama si Gek membuatku merasa menjadi orang yang paling bahagia di dunia sekaligus menjadi orang yang paling bodoh, eh koq bisa? Ya bisalah. Aku yang selalu mudah terbawa emosi yang meledak-ledak selalu ditanggapi dengan penuh kesabaran oleh nya. Setiap kesalahanku selalu dimaafkannya dan setiap kali aku membuatnya meneteskan air mata maka akan selalu ada kesempatan kedua untuk ku.

Aku bahkan sering berkata padanya untuk jangan ragu-ragu meninggalkan ku ketika yang dia dapatkan dari ku hanyalah kesedihan dan kekecewaan. Tetapi dia selalu menanggapinya dengan cara lain, yaitu memberikanku waktu untuk berubah ke arah yang lebih baik, tentu saja dengan dukungan penuh darinya.

Apa ini yang namanya cinta yang tulus? Membalas air mata dengan senyuman dan membalas kekecewaan dengan kesempatan. Kadang aku merasa sangat-sangat bodoh, Tuhan mempertemukan kami dan menyatukan kami dalam satu ikatan cinta tapi aku sering tidak menghargainya dan tidak bersyukur atas apa yang kumiliki kini. Aku juga sadar bahwa jika aku terus seperti ini maka hanya penyesalanlah yang akan menemaniku dikemudian hari.

Hari ini disaat aku hampir kehilangan dia, aku tersadar bahwa aku tidak bisa hidup tanpa dia. Mungkin sedikit berlebihan tetapi inilah kenyataannya bahwasanya tanpa dia tidak akan ada lagi aku.

Grey 2012

30 Des 2011

Ketika Kangen Bertepuk Sebelah Tangan

Si Grey lagi dikejar-kejar Bos-nya supaya menghabiskan sisa cutinya yang lumayan banyak secara peraturan di tempat kerjanya melarang karyawan menumpuk cuti. Dan setelah melalui beberapa pertimbangan jadilah dia mengambil cuti di tanggal 28 Dec 2011 s/d 1 Jan 2012 (wuiiihhhh hebat ya dia ngambil cuti selama setahun).

Entah kesambet apa aku hari itu, sehari sebelum si Grey cuti tiba-tiba aku diserang rasa kangen yang sangat lebay sampai-sampai hari itu aku sangat mellow. Berkali-kali aku bbm si Grey bilang kangen dia, sayang dia, dan kata-kata pujian tentang dirinya. Eh di luar dugaanku si Grey malah cuek karena saking asyiknya nonton film di kantornya. Dan yang lebih bikin aku kesal adalah dia balas bbm-ku “ayank, kmu salah minum obat ya?”. Speechless aku membaca balasan bbm-nya. Fiuhhhhh…rasanya kangenku itu benar-benar bertepuk sebelah tangan, ternyata gak cuma cinta yang bisa bertepuk sebelah tangan, kangen juga bisa loh. Tarik nafas dalam-dalam 3 kali sambil memikirkan ide untuk meyakinkan si Grey klo aku benar-benar kangen.
Obrolan di bbm berlanjut,,,

Aku: “ayang, besok kamu udah mulai cuti ya?”
Grey : “Iya, knp sayang?”
Aku : “Gpp, nanya aja”
Grey : “Hayo bilang knp?”
Aku : “Gpp, aku juga pengen cuti loh sebenarnya”
Grey :”Ya gpp kamu cuti aja”
Aku : “Tapi aku kan mesti ijin kamu kalau mau cuti”
Grey: “Loh emang apa impactnya ke aku?”
Aku :”emang aku boleh cuti?”
Grey:”ya boleh aja”
Aku :”yakin nih aku boleh?”
Grey :”Iya boleh”
Aku :”aku pengen cuti dari kehidupanmu”
Grey :”Maksudmu???”
Aku : “Ya selama kmu cuti aku juga ikut cuti dari kehidupan kmu”
“We never know what we have, what we feel, until it’s gone”
Grey : “Kamu mau ninggalin aku???
“Mau kamu apa sih?”
“Jadi selama ini kamu hanya main-main???”
“aku nggak ngerti mau kmu apa?
“tapi yang aku tangkep, kmu mau ninggalin aku kan?????”

…………………….. dst ………………

Maaf ya terpaksa obrolan bbm aku sensor karena si Grey ngeluarin kata-kata mutiara (baca kata-kata kurang bagus). Seketika status bbm doi berubah menjadi “Don’t play with my heart”  kayak judul lagunya Backstreet Boys….wkwkwkwkwkwk

Yesss…yes….!!!! Skor sama 1-1.
Ahaaaaaayy….jebakanku berhasil. Smile on my face.
Ini hanya strategiku buat menarik perhatian si Grey karena dia cuekin aku saat aku benar-benar merasa tulus kangen sama dia. Hufffff….rasain loe ayang oon!!

Tapi apalah daya aku ini kan seorang perempuan yang pada dasarnya punya sifat lembut dan gak tegaan (maaf saya sedikit promosi, anggap aja ini promosi akhir tahun). Dan aku juga gak tega si Grey menangis Bombay gara-gara aku bilang mau cuti dari kehidupannya. Tuh sekarang percaya kan klo si Grey juga cengeng loh?? *SSSStttt….buka aib pacar di depan public.
Akhirnya aku bilang ke dia kalau aku hanya bercanda dan mau menguji dia. Aku pengen tau seberapa kuat dia kalau kita gak berkomunikasi selama beberapa hari. Yah tapi dia udah terlanjur ngambek dengan kata-kataku. Mmmmhhhh….mesti nyari cara lagi nih supaya ngambeknya gak keterusan *mikir keras

Aku coba telpon tapi gak diangkat, bbm juga gak digubris. Wadooohhhh….gawat nih klo si Grey keterusan ngambek, mesti cari cara jitu buat meluluhkan hatinya. Tapi syukurlah setelah beberapa jam akhirnya ngambeknya reda dan kita baikan lagi. Yuhuiiii….seneng deh *smile

Beginilah kalau kangen bertepuk sebelah tangan, kalau kata pepatah bilang “cinta ditolak dukun bergerak” maka saya juga bisa bilang “kangen di tolak, ide konyol pun bertindak”



@AWD 2011

Takkan Lari Jodoh Dikejar

Sepertinya sudah lama aku tidak meng-update rumah maya ku ini, maklumlah akhir tahun, kerjaan menumpuk setinggi langit. Sementara aku sibuk dengan kehidupan nyataku, ada si Gek yang membantu ku dengan menyumbangkan dua buah tulisannya yang tanpa kusangka menarik perhatian pembaca yang cukup banyak.

Tanpa mau berpanjang lebar lagi, ijinkan aku untuk memperkenalkan siapa si Gek ini. Gek adalah partnerku yang sekarang (hopefully for the last). Aku suka memanggilnya dengan sebutan “Gek” (panggilan untuk anak perempuan di Bali dan biasanya dipakai di kalangan orang yang berkasta) karena iya sangat suka jika aku memanggilnya dengan sebutan itu. Aku ketemu dia eh lebih tepatnya dia yang menemukan aku beberapa bulan lalu tetapi menurut si Gek, dia sudah tahu aku sejak lama melalui blogku hanya saja karena kita sama-sama di Bali dia takut untuk berkenalan maklum dia takut ada yang mengetahui identitasnya sebagai seorang lesbian di dunia nyata. Dari segi umur, dia lebih tua dari aku 5 tahun tetapi terkadang kelakuannya lebih parah dari anak-anak abg, ga percaya? Nie aku kasih contohnya:

Chatting hari pertama:

“…. Eh aku mau cumuk dulu yach, stay tune and don’t go anywhere! Awas ya kalo kemana-mana aku lempar nanti mukamu pake bra!!!”

Kebayang ga sih, ada feyeum yang umurnya udah kepala 3 dan baru pertama kali chatting sama orang udah berani ngomong seperti itu???

Chatting hari kedua:

“…oh ternyata ini yach tampangnya anak memedi (nama salah satu setan di Bali)?"

Masa baru chatting 2 kali sudah berani ngatain aku anak memedi,,, aaarghhhhhh!!!
Setelah jadi pacar, aku kira bakalan hilang kebiasaan-kebiasaan aneh dia, tapi apa mau dikata teryata justru lebih parah. Kalau pasangan lain manggil pasangannya dengan sebutan-sebutan manis seperti, beib, beibeh, cinta, sweety, honey dan kawan-kawannya, pasti seneng dunk dipanggil kek gitu. Nah aku???

“Eh ayank O2n, pikun banget sih kamu jadi orang?”

Gubraaaaaak….. fhiuuuh, kagak ada romantis-romantis nya nie orang.

Eits jangan salah, aku ga mau kalah donk dengan kekonyolan dia, pernah suatu ketika kami bertengkar entah karena apa aku lupa dan saat itu aku berfikir, bagaimana caranya meminta maaf padanya sekaligus mengerjainya. Akhirnya kutelpon salah satu toko bunga dikawasan nagoya dan memintanya membuatkan rangkaian bunga tangan yg terdiri dari bunga mawar dengan 3 warna yang berbeda serta bunga lavender sebagai pemanisnya lalu disatukan dalam rangkaian bunga yang indah lengkap dengan pita nya dan dikirimkan ke kantor nya si Gek. Tepat sebelum jam makan siang, salah seorang security kantor nya Gek membawa sebuah rangkaian bunga tangan ke meja kerjanya dan pemandangan itu seketika membuat heboh seisi kantornya terlebih lagi pada bunga tersebut terselip kartu dengan tulisan "I Love U" tanpa nama pengirim. Hahahahaha, puas aku membayangkan wajah putih polos nya memerah seperti kepiting rebus.

“Kalau jodoh gak bakal kemana”

Sepertinya itu pas banget buatku, tiba-tiba aja si Gek datang dalam kehidupanku dan memberi warna baru dalam duniaku. Warna yang kuharap dapat berbaur dalam warna abu-abuku dan selanjutnya bisa menyatu menjadi warna baru yang lebih terang, seterang harapanku untuk menggapai masa depanku.

Gak ada pasangan yang sempurna begitu pun aku sama Gek. Bahkan gak jarang aku sering pusing dibuat sama tingkah konyol pasanganku ini, misalnya :

“ayang, nanti kalau kita tinggal bareng aku mau jadi manajer finance-mu ya. Nanti gajimu aku buat auto debet ke rekeningku”

buseeetttt dah bini-ku ini…belum apa-apa udah main auto debet aja.

Hadeeeuuuhhhh….bisa miskin nih ane, secara kebebasan berekspresi menggunakan gaji bakal terenggut sama si Gek. Ckckckckck….naseeebbbb *tepok jidat

26 Des 2011

Derita LDR_an

Aku jatuh hati pada kesederhanaannya
Pada sikap konyolnya yang sesekali muncul
Pada paras angkuhnya yang pelit senyum
Pada kata-kata tegas yang mewakili karakternya

Meski sesekali emosi labil mendominasinya
Meski sesekali kumat rayuan gombalnya
Meski sesekali keluar jurus manjanya
Meski sesekali kesal aku dibuatnya

Ahhh…
Ternyata saya mulai menyukainya
Seperti hantu
Dia selalu meghantui saya siang malam
Saat tidur saya diganggu olehnya
Saat kerja saya pun direcokinya

Dia seperti candu
Saya mulai ketagihan mendengar suaranya
Saya mulai rindu akan canda tawanya
Dan akhirnya saya pun uring-uringan dibuatnya

Seketika saya tersadar
Seperti terkaget dari mimpi siang bolong
Dia disana dan saya disini
Dan ternyata jarak diantara kita sangat jauh...



@AWD 2011

23 Des 2011

Galau

Aku sibuk merangkai kata, tawa dan siksa
Membuncah di dada
Menyemak di kepala
Merenggut asa

Kupakai topeng canda
Menutupi galau membara
Menyembunyikan luka
Membunuh cita-cita

Lamunanku merayap
Sekelebat bayang terang dan penat bergantian
Aku mengejanya satu persatu
Mencari makna terdalam dari semua itu

Ternyata ini hanyalah sebuah fase
Tentang cerita hidup yang melengkapi sampai batas usiaku nanti
Tiba-tiba ketulusan menyeruak
Melegakan hatiku yang keruh dengan asam duniawi

Banyak cerita yang telah kita susun bersama di hari itu
Hari dimana kita masih merangkai cinta, tawa dan bahagia
Namun hari itu tidaklah sama dengan hari ini
Sekarang bukan kemarin atau minggu lalu atau bulan lalu
Sekarang adalah hitungan hari ini, esok, dan lusa
Dan hingga detik aku bernafas, aku selalu ingat
Bahwa cinta pernah membuatku begitu bersemangat
Menggapai hasrat dan mimpi yang tersirat

Apakah aku pantas mengutuk cinta?



@AWD 2011

21 Des 2011

Syndrome 30 vs Paranormal Keparat!

Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya
Ya, beberapa jam lagi aku menginjak usia 30
Angka 30 seperti angka keramat buatku
Angka yang menjadi patokan si paranormal meramalkan jodohku bakal datang di usia itu
Angka yang menjadi Patokan bagi orang-orang awam untuk menyebut usia matang dan lebih dari cukup untuk menikah.

Kali ini aku memaknai usiaku ini sebagai titik awal, titik dimana aku akan menentukan masa depan dan kehidupanku selajutnya.
Tekadku sudah bulat untuk menjadi seorang single, tentunya seorang single happy seperti lagunya Oppie Andaresta.
Aku ingin mematahkan ramalan si Paranormal dan meyakininya klo itu hanya tebakan belaka.

Masih ingat di otakku betapa serunya aku menolak ajakan Ibuku waktu mau diajak meramal nasib dan dengan suara lantang aku bilang “nasibku bukan di tangan si Paranormal Keparat itu tapi di tangan Tuhan”.
Tanpa pantang menyerah dan tanpa kehadiranku juga, Ibuku diam-diam pergi sama Bapak ke Paranormal itu hanya untuk mengetahui bagaimana ramalan nasibku di masa depan. Alhasil si Paranormal meramal kalau jodohku bakal datang di usiaku yang ke-30 (info ini aku dapat dari adikku langsung yang aku yakini sebagai sumber terpercaya).

Tepat beberapa bulan sebelum usiaku genap mencapai angka 30 tahun aku diputusin sama pacarku. Meski sudah melalui sedikit negosiasi tapi keputusan doi untuk putus sudah sangat bulat sebulat kue donat menu sarapanku tiap pagi.
Mungkin sudah menjadi nasibku, dengan rasa kecewa aku melanjutkan hari-hariku yang galau tanpa kehadiran dia lagi. Putus cinta membuatku belajar introspeksi diri bahwa cinta tidak boleh membuatku gila karena aku tergolong mahluk waras yang masih punya logika.

Singkat cerita beberapa hari setelah aku genap berusia 30, aku mengenal seseorang yang sengaja aku add dari nick yang tertera di blognya. Dia tidak langsung serta merta accept tapi beberapa hari kemudian bahkan sempat aku hopeless.
Perasaan pertama ya tentunya seneng dong di accept, dan aku message dia dengan bilang thanks ya udah di accept…
Gak ada balasan berupa say hi atau salam kenal atau bla..bla..
OK fine. Meski dalam hati sempat meretuki orang ini “fiuhhh….dasar manusia salju berhati dingin”.

Keesokan harinya dia pasang status “cuaca yang sangat panas” dan dengan antusias aku message dia “wah lagi panas ya di Bali, gimana kalo di kampungku ya?”
Dia respon “emang kampungmu dimana?”
Tralala….seneng nih akhirnya dibalas juga messageku, dan sejak itu obrolan pun nyambung secara ternyata kita sekampung meski kenyataannya kita terpisah jarak beratus-ratus mil bahkan terpisah oleh deretan pulau.
Sejak obrolan itu aku mulai intens chatting dengannya mulai dari topic sederhana termasuk candaan jayus. Secara sengaja…lagi-lagi ini murni kesengajaan ya…ditengah-tengah obrolan kita bercanda aku suka nyelipin kalimat *lempar bra
Dan diluar perkiraanku ternyata doi menyambut lemparan bra-ku dengan suka cita.
Arrggghhhh….baru kali ini ada orang yang bersuka cita di lempar bra ke mukanya.
Kalau pepatah “dari mata turun ke hati” mungkin sudah sering kita dengar tapi kalau --- dari Bra turun ke hati --- mungkin baru kali ini. Sebenarnya saya ingin memakainya sebagai judul cerita yang saya tulis ini tapi rasanya kurang sopan menyelipkan kata “bra” terlebih kalau tulisan ini sempat dibaca sama anak-anak abg yang masih labil soal urusan daleman.

Keesokan harinya kita chatting lagi, dia suruh aku kirim gambar melalui hape (pake layanan MMS) dan dia memberikan no hapenya. Berhubung hapeku yang super canggih dan hanya bisa dipakai buat telpon dan SMS maka permintaanya untuk mengirimkan gambar melalui MMS tidak bisa aku realisasikan. Di akhir chatting aku simpan noomor hapenya dan sebelum aku tidur aku sms dia dengan kalimat “ini nomorku di simpan ya”
Dia balas “OK, makasih”
Pagi-pagi aku terbangun dengan mendapati sms selamat pagi darinya…seketika senyumku merekah meski masih beraroma jigong.
Dan itulah awal dari semuanya….semua tentang kisah kita sekarang.
Tepat di tanggal 1-11-11 dia memintaku untuk menjadi pacarnya.
Dan kesediaanku menerimanya sebagai pacar adalah murni secara sengaja. Ya semuanya sengaja kulakukan untuk memulai suatu hubungan pacaran yang sehat. Sehat yang kumaksud disini adalah bebas dari narkoba dan rokok sudah tentu, bebas dari materi (tidak ada istilah menghidupi dan dihidupi), dan bebas dari kebohongan. Kedengaran sedikit nyeleneh tapi begitulah kita berusaha membangun hubungan ini tanpa ada salah satu yang merusak ataupun dirusak. Take and give adalah motto keseimbangan kita.

Apakah dia jodoh yang dimaksud si Peramal keparat itu ya?
Entahlah…saya sendiri tidak tahu, tapi saya berusaha menjalani hubungan ini sebaik-baiknya dan semoga akan menjadi yang terbaik buat saya.

Sometimes we more romantic while we were stupid.





@AWD 2011

13 Mar 2011

Alasan Jitu Buat Mutusin Pacar (based on true story)

Feyeum : "Sayang, maaf sepertinya hubungan kita harus berakhir sampai disini"

Bantjie : "kenapa yank? kamu udah ga cinta lagi ya sama aku?"

Feyeum : "bukan yank, aku tuh cinta banget sama kamu, tapi aku dipaksa menikah sama orang tuaku dan calonnya pun sudah ada. aku ga bisa mengecewakan apalagi menyakiti kedua orang tuaku yank, bagaimanapun juga mereka yang melahirkan dan membesarkan aku"

Bantjie : "Kalau memang menurutmu itu yang terbaik, dengan berat hati aku akan melepasmu. Semoga kamu bahagia dengan laki-laki itu"

Feyeum : "Maaf kan aku yank, aku pergi"

Bantjie : "Huaaaaaaaaaaaaa T.T hiiikszz"

================++++++++++++++++++++++++++++=================

beberapa hari kemudian sang Bantjie bercerita kepada sahabatnya

Sahabat : "Kenapa kamu murung begitu?"

Bantjie : "Aku putus dengannya, dia dipaksa menikah dengan laki-laki dan dalam waktu dekat ini pernikahan akan dilangsungkan"

Sahabat : "Bagaimana mau nikah sama laki-laki? lah wong baru kemarin dia mesra-mesraan sama bantjie lain dan dikenalin pula sebagai pacar barunya ke temen-temenku"

Bantjie : "?????"

Based on true story