21 Des 2013
Liburan Akhir Tahun di Singapura
2 Des 2013
Mabuk Pesawat yang Menyebalkan
17 Nov 2013
UDUL2 vs KETIAKKU
6 Nov 2013
Wisata Kuliner di Batam
Hobby Baru Si Grey
12 Okt 2012
Tentang Rasa
Siang itu, kami lagi mengobrol lewat telpon (as you know deh gaya pacaran orang LDR) tentang akun fb, tiba-tiba si Bun2 teringat dengan akun fb lama yang sudah dia deactivate-kan. Obrolan kami jadi melebar kemana-mana terutama menyangkut ke mantan. Alhasil lanjutlah kita buka-bukaan tentang mantan masing-masing. Kata dia, jantungnya terasa berhenti berdetak saat liat foto si mantan padahal sudah lama dia putus dan tidak pernah berhubungan dengan mantannya. Sebaliknya aku agak terkejut juga mendengar pengakuannya, secara selama pacaran denganku saja dia gak pernah bilang seperti itu tapi buru-buru perasaanku ini kutepis karena aku berfikir ya wajarlah namanya juga mantan, orang yang pernah mengisi hari-harinya di masa lalu. Kata dia lagi, semua perasaan tertumpah campur aduk saat dia liat foto si mantan tapi yang paling dominan adalah rasa perih. Ya rasa perih.
Aku bisa memaklumi perasaannya karena aku juga punya mantan namun yang kurasakan saat lihat foto mantan dengan apa yang dirasakan Bun2 saat lihat mantannya tidaklah sama. Jujur kalau ditanya perasaanku saat lihat foto si mantan tak ubahnya aku melihat objek keseharian. Aku justru terkesan dengan alam, dengan suasana mendung pagi di kota mantan dan ha-hal kecil tentang kebersamaan saat itu. Tak jarang mendung di pagi hari sering membuatku galau, seperti memutar balik suasana pagi di kota itu.
Nilai rasa memang tidak selalu sama pada setiap orang, ketika kita melihat objek itu berharga, indah, baik atau buruk adalah tergantung korelasi kita dengan si objek. Semakin dekat korelasi kita dengan si objek maka penilaian kita akan cenderung subyektif dan mengesampingkan logika. Tak heran kalau cinta itu tanpa logika.
Memutar balik kisah-kisah kami dengan mantan bukanlah bermaksud membangkitkan luka lama, bukan juga untuk membuat pasangan cemburu atau menjelek-jelekkan mantan, namun sebagai pelajaran yang kita ambil hikmahnya untuk menata masa depan. Masa lalu adalah cermin proses belajar dalam hidup.
Cinta memang merupakan keharusan dalam suatu hubungan tapi bukan berarti cinta adalah segalanya dalam suatu hubungan. Aku tahu, perasaan cinta si Bun2 kepadaku tidaklah sebesar perasaan cintanya kepada mantan pertama begitu pun sebaliknya. Tapi aku selalu punya keyakinan kalau si Bun2 tidak akan bisa hidup tanpa diriku (*asli lebay) karena dia sudah ada keterikatan bathin denganku *ini efek upgrade pelet semalem, dukunnya top margotop!
Let’s say thanks to the past and welcome to the future.
@AWD 2012
15 Jun 2012
Untitled

Pengalaman adalah ilmu kehidupan yang tidak diajarkan oleh sekolah manapun di dunia ini.
Enam tahun sudah sejak pertama kali aku memantapkan hatiku menjalani kehidupan sebagai seorang lesbian. Banyak sekali pengalaman hidup yang aku dapatkan selama enam tahun berkecimpung di jalan ini. Dengan menjadi seorang lesbian aku mendapatkan ilmu kehidupan yang tidak diajarkan oleh sekolah ataupun universitas manapun di dunia ini. Suka, duka, sedih, senang, intrik, penghianatan, penipuan, perjuangan, persahabatan dan cinta adalah pengalaman berharga yang membentuk aku menjadi aku yang sekarang.
Sesekali pernah aku merasa lelah dan ingin mengakhiri semuanya. Tetapi kembali lagi aku berfikir aku tidak meminta dilahirkan sebagai seorang lesbian tetapi kenyataannya aku terlahir sebagai seorang lesbian dan aku akan menjalani hidupku sebagai seorang lesbian. Memang berat dan bisa dibilang sangat berat karena tidak mudah menjadi orang yang berbeda terlebih lagi minoritas yang lebih sering dianggap sampah masyarakat tetapi seiring dengan berjalannya waktu semua akan terasa ringan, terlebih lagi jika kita menjalani apa yang kita yakini maka selalu ada jalan untuk kaki kita melangkah.
Sebenarnya aku lebih beruntung dibandingkan teman-teman yang lain. Terlahir di jaman yang sudah lebih modern dalam era globalisasi dimana pengetahuan mengenai LGBT sudah bukan hal yang tabu lagi sehingga adalah hal yang biasa jika seseorang lebih memilih hidup sendiri dibandingkan menikah dengan laki-laki.Ya meskipun masih ada sesekali suara-suara sumbang yang mencibir seseorang wanita yang tidak menikah terlebih lagi jika tinggal di daerah yang adat dan budaya yang sangat kuat dan mendarah daging.
Kini, semuanya berbuah manis. Keluarga yang sudah bisa menerima keadaanku (walaupun sesekali ada saja laki-laki yang dibawa kerumah untuk dikenalkan kepadaku), atasan dan kolega yang tidak pernah mempermasalahkan urusan pribadiku walaupun mereka mengetahui keadaanku dan yang terpenting kekasih yang dengan tulus selalu mendukung setiap langkah kakiku meraih impian dan cita-cita.
@Grey 2012
20 Mei 2012
Honeymoon Part 2; Oleh-Oleh Dari Batam
Tujuanku kembali ke Batam adalah untuk mengunjungi kekasihku Gek Awd, sekaligus merayakan Hari Ulang Tahunku yang ke 26 yang jatuh pada tanggal 17 Mei kemarin. Berbekal pengalaman liburan di Yogyakarta pada awal tahun kemarin, akhirnya aku dan Gek memutuskan untuk tinggal di homestay saja yang kebetulan terletak di dalam salah satu Mall terbesar dan teramai di Batam yaitu Nagoya Hill Mall daripada menginap di Hotel berbintang.
Homestay tempat kami menginap kalau menurut aku lebih dari cukup dari kata nyaman. Kamar ber-AC, kamar mandi dalam yang bersih dengan dilengkapi air panas dan dingin, tempat tidur ukuran queen size, televisi yang dilengkapi dengan channel dari Indovision, sebuah lemari Baju yang cukup besar, dressing table serta balkon yang luas dengan pemandangan langsung ke Nagoya Hill Mall tetapi dengan rate yang sangat murah, yaitu Rp.100.000,- saja per hari.
Hari pertama aku di Batam bisa dibilang hari yang paling naas karena hari yang seharusnya aku menemani si Gek bermalam mingguan tetapi malah si Gek yang menemani aku di UGD. Aku masuk UGD jam 10 malam karena penyakit maag ku kambuh yang menyebabkan aku hampir tidak bisa bergerak dan sesak nafas. Setelah diinjeksi dan mendapatkan perawatan kurang lebih selama satu jam maka aku diizinkan untuk keluar dari Rumah Sakit dan keesokan harinya si Gek tak henti-hentinya mengomel karena aku tidak mengindahkan peringatannya untuk membawa bekal makanan yang cukup selama perjalanan dari Bali ke Batam ditambah lagi sehari sebelum keberangkatanku, malam harinya aku hanya tidur 4 jam saja.
Hari-hari selanjutnya aku lewati bersama Gek dan sahabat-sahabatku yang ada di Batam. Dimulai dengan mengunjungi patung Dewi Kwan Im terbesar di Indonesia yang terletak di kawasan KTM Resort (dari tempat ini, kita bisa melihat Negara Singapura yang terpisahkan oleh laut), berwisata kuliner di berbagai tempat dan yang terpenting adalah menemani si Gek melakukan hobby nya yaitu Shopping.
Yang tentu saja tidak mau aku lewatkan selama aku di Batam adalah berwisata kuliner. Selama 7 (Tujuh) hari aku liburan di Batam, aku mendatangi beberapa tempat yang menyediakan masakan khas melayu, Indonesia dan Chinese food dan seafood. Dimulai dari restaurant ayam taliwang di kawasan Pelita yang menyajikan masakan khas lombok yaitu ayam taliwang dengan sambalnya yang sangat pedas dan enak. Selanjutnya empek-empek di food court nya Plaza Batamindo yang rasanya tidak kalah dengan empek-empek Pak Raden yang dulu ada di dalam kawasan Nagoya Hill Mall. Lumpia dan bakwan di Restaurant Grand Duck (dulu bernama fisherman restaurant), Martabak telur Sari Eco dengan bumbu kare yang menggoyang lidahku lokasinya depan Nagoya Hill. Maju sedikit ke kawasan Windsor terdapat banyak sekali tempat makan yang bisa membuat ketagihan dimulai dari morning bakery yang menyajikan berbagai roti-roti pilihan dengan kopi tubruknya yang wangi, otak-otak basah tepat di depan morning bakery, Epok-Epok (pastel) dengan 3 pilihan isi yaitu talas, telur dan sarden serta ayam cabe hijau 808 di pinggiran kawasan Windsor. Lanjut ke pasar Penuin, kita bisa mendapatkan masakan khas melayu dari nasi ayam hainan, jajanan pasar, sampai roti prata. Bagi penggemar rujak, ada satu kawasan yang bernama Simpang Rujak (bukit senyum) yaitu kawasan yang khusus menjual rujak baik rujak dengan bumbu kacang maupun bumbu gula. Bagi penggemar seafood bisa coba Pondok Ikan Bakar di Batam Center, dari gonggong (jenis kerang) rebus, ikan bakar sampai kepiting lada hitam lengkap tetapi dari segi rasa masih kalah jauh dengan seafood restaurant yang ada di Bali.
Tak terasa seminggu telah berlalu dan tepat kemarin aku kembali ke Bali. Kembali ke rutinitas keseharianku dengan berbekal pengalaman liburan yang tak akan pernah terlupakan bersama kekasih tercinta dan sahabat-sahabatku
@Grey 2012
4 Feb 2012
Oleh-Oleh Honeymoon; Kamar Mewah Hotel VS Kamarku yang Bau dan Pengap
Dari sekian banyak pengalaman, ada satu hal yang membuatku tidak habis pikir sampai sekarang. Mau marah iya, kesel iya, dongkol juga iya rasanya aku benar-benar tidak bisa percaya sampai sekarang.
Selama kami di Jogja, kami menginap di salah satu hotel bintang lima di kawasan palagan tentara. Namanya saja sudah hotel bintang lima, tentu saja kamarnya merupakan kamar yang sangat nyaman dengan king size bed, ac, sofa, tv, ruangan yang selalu wangi, kamar mandi dengan amenities terbaik serta tambahan fasilitas yang diberikan oleh GM nya langsung yaitu tambahan fullboard (kamar termasuk makan dan minum gratis sepuasnya) yang awalnya hanya compliment room only. Semuanya demi menjamu kekasihku tersayang, tetapi kenyataannya selama tiga hari tiga malam si Gek hampir tidak bisa tidur, kalau aku tidak salah selama itu dia hanya tertidur tidak lebih dari saju jam saja.
Sumpah aku bingung banget apa yang sebenarnya terjadi dengan si Gek, dan kebingunganku semakin menjadi-jadi ketika kami pulang ke bali dan aku menawarkan Gek untuk menginap di rumahku dan tidur di kamarku. Sebagai bayangan, kamarku itu sudah tertutup selama 7 hari dan kondisinya berantakan plus bau apek kamar yang tidak pernah mendapat udara segar sedangkan untuk furniture dan fasilitas kamarku hanya ada sebuah kasur single bed, kipas angin, tv dan sebuah lemari. Pertama kali si Gek masuk ke kamarku dia langsung protes. "Kamarmu ini udah berantakan,kotor, bau pula seperti kamar cowok aja" gumamnya sambil merapikan sedikit kain sprei bed ku. Tak lama kemudian aku lihat dia merebahkan tubuhnya diatas kasur dan hanya selang beberapa menit si Gek sudah langsung tertidur dengan pulasnya bahkan saking pulasnya aku jailin dia pun sama sekali tidak membuatnya merasa terganggu.
Yang menjadi pertanyaanku adalah, mengapa selamat menginap di hotel berbintang yang notabena kamarnya sangat nyaman dan mewah tidak bisa membuat partnerku ini tidur dengan nyaman justru ketika dia berada dikamarku yang serba tidak nyaman bisa membuatnay benar- benar merasakan kenyamanan tidur? Jadi tadi pagi aku bilang sama si Gek kalau next time kami liburan lagi, aku ga mau ngajak dia nginep di hotel lagi tapi nginep di kamarku aja,,,
@Grey 2012
19 Apr 2011
Taman Ujung Sukasada (Sukasada Water Palace)
Komplek Taman Sukasada ini merupakan perpaduan antara arsitektur Bali, Cina dan Eropa dan berdiri di lahan seluas 9 hektar. Terdapat 3 kolam besar dan luas di dalamnya dimana ditengah kolam utama terdapat bangunan yang menghubungkansisi kolam dengan 2 jembatan. Selain kolam, terdapat juga beberapa Balai yang dibangun ditengan-tengah kolam seperti salah satunya adalah Balai Gili dimana kita bisa melihat foto-foto Raja karangasem beserta anggota keluarga kerajaan serta terdapat juga foto-foto suasana Taman Ujung pada tempo dulu.
Pada tahun 1963, Taman ini rusak akibat letusan Gunung Agung di Karangasem ditambah lagi gempa pada tahun 1976 yang meluluhlantahkan Seririt, Singaraja ikut memperburuk keadaan bangunan ini. Akhirnya pada tahun 1998 secara bertahap Taman ini mulai diperbaiki sampai selesai di tahun 2004 serta akhirnya dibuka kembali untuk umum.
Ada satu lagi hal menarik di taman ini, jika cuaca sedang cerah maka kita dapat melihat birunya langit, indahnya lautan berdampingan dengan Taman ini serta pemandangan Gunung Agung yang jelas dan Gunung Rinjani di Lombok yang tampak dikejauhan. Jika ingin melihat Taman ini secara keseluruhan maka datanglah ke Balai Kapal yang merupakan bangunan yang paling tinggi di Taman ini dimana kita bisa melihat indahnya bangunan ini secara keseluruhan. Hanya dengan tiket masuk sebesar 10 ribu rupiah saja kita bisa menikmati kebesaran dan kemegahan peninggalan sejarah Water Palace Sukasada.





































