5 Agu 2014

Patut Dipikirkan

Aku : "Tjuck, aku pengen banget liburan dan rutenya itu kek gini: Denpasar-Spore-Batam-Spore-Bangkok-Denpasar, gimana menurut kamu?"

Udul2 : "Eh Bun2, kamu tuh sing metilasang ibe (ga nyadar diri)!!! Kamu sekarang lagi miskin2nya, emang kamu kira liburan duit dari mana? bayar pake daun???"

Aku : "Oh iya lupa"

Udul2 : "aku punya solusi biar kita bisa liburan. Tanah 2 are yang baru kamu beli itu kamu jual aja trus duitnya buat beli mobil impianku dan sisanya buat liburan. Jadi, selain kamu membahagiankan aku dengan membuat mimpiku jadi kenyataan, kamu juga tetep bisa liburan. Gimana?"

Aku : "hmmmmmm, patut dipikirkan itu"

Udul2 :"Bener ya????"

Aku :"Iya, patut dipikirkan untuk menceraikan pacar durhaka seperti kamu!!!!!! aaarrrggggghhhhh!!!!!".

Udul2 : "wkwkwkwkwkwk"




Grey_2014

3 Jun 2014

Welcome Home, Honey!

Akhirnya, saya punya waktu juga untuk meng-update blog ini. Sekian bulan sudah berlalu, banyak sekali yang ingin saya ceritakan tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Baiklah, akan aku coba untuk merangkum beberapa hal yang telah terjadi selama 4 bulan terakhir ini.

Maret 2014
Aku dikirim untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi selama satu minggu penuh di salah satu sister company yang ada di Pulau Koh Samui, Thailand. Dalam sertifikasi tersebut, para peserta diharuskan mengikuti jadwal yang sangat ketat dan materi yang sangat banyak. Aku merasa seperti berada di dalam neraka yang dikelilingi oleh surga. Seminggu penuh menginap di Hotel mewah dengan semua fasilitas yang hebat, pemandangan alam yang luar biasa indahnya tapi sama sekali tidak bisa menikmati. Pada akhir pelatihan hanya ada 2 pilihan, pulang membawa sertifikat yang diakui secara international atau pulang mencari pekerjaan yang baru. Syukurnya saya bisa pulang dengan membawa kebanggaan bagi diri saya sendiri dan
perusahaan.





April 2014
Akhirnya setelah 2,5 tahun, aku dan si udul2 mengakhiri masa pacaran jarak jauh kami. Walaupun tidak tinggal bersama tapi kami sudah cukup puas dengan tinggal se kota. Apa ada perbedaan antara LDR dengan tidak? Ya jelas saja banyak perbedaan nya.

Pertama:
Pas LDR pulsa hp harus selalu ada pulsanya sekarang 2 minggu ga ada pulsa juga ga masalah.

Kedua:
Pas LDR, kasur ku ukuran single tapi sekarang berubah jadi ukuran 2x2 meter gara2 aku selalu ga bisa tidur kalau ada menyentuh tubuhku. Satu ketika aku dalam keadaan sangat ngantuk mengoceh "kasur udah seluas ini masih aja kamu dekat2 aku tidur. Panas tau!". wkwkwkwkwkwk, si udul2 langsung ngambek sampe mukanya berlipet2. Selain itu, kamar ku bersih dan rapi terus. Baju ada yg setrikain, lemari ada yang rapiin.

Ketiga
Kami bisa melakukan semua hal yang selama LDR hanya menjadi angan2 semata yaitu lari pagi saat weekend, nyalon bareng, main ke pantai saat sedang bosan, wisata kuliner setiap saat, nonton bareng, shopping bareng, nongkrong bareng, dll.




Masih di bulan yang sama, aku mengajak udul2 untuk liburan ke Pulau Lembongan yang jaraknya sekitar 45 menit dengan menggunakan speed boat dari Sanur. Selama 3 hari kami mengabiskan waktu di Pulau yang benar2 masih asri tersebut, melakukan hal2 konyol yang tak terlupakan.




Mei 2014
Aku melewati hari ulang tahun ku dengan melakukan kegiatan yang sangat menyenangkan bersama si udul2. Dimulai dengan ucapan ultah di pagi hari, makan siang bareng bos dan udul2, shopping di salah satu toko brand terkenal di Jimbaran dan ditutup dengan nongkrong santai sambil ngopi. Memang kami melakukan hal yang bagi orang lain sepele tapi kebersamaan kami adalah hal yang benar2 tak ternilai.



Juni 2014

1 Juni tahun ini adalah perayaan 31 bulan hubungan kami. Demi memberikan surprise untuk si Udul2, aku melakukan hal2 romantis seperti memberikan 30 batang mawar merah dan satu batang mawar putih sebagai hadiah monthlyversary kami. Selain itu aku juga memutarkan lagu2 jazz romantis dan mengajaknya berdansa. Aku pikir dia akan memujiku eh malah ditertawakannya aku mati2an. "kalau emang ga ada bakat romantis ya ga usah buat hal2 yg romantis, lucu tau!" katanya. Hiiiikkkkzzzzz, jadi malu sendiri aku.


Akhirnya aku berikan satu hari penuh untuknya pada senin kemarin. Pagi harinya aku mengajaknya Sembahyang dan melukad di salah satu pura di daerah Gianyar. Sepulang dari Sembahyang, kami lanjut ke nyalon bareng untuk perawatan rambut dan wajah. setelah hampir 2 jam berlalu, perjalanan pun dilanjutkan dengan makan dan shopping sampai malam. Senang sekali aku melihat raut bahagia yang terpancar dari wajahnya dan aku berharap dia akan selalu merasa bahagia bersama ku.


Grey 2014

10 Jan 2014

Selalu Ada Hikmah Dibalik Cobaan

2013 adalah tahun yang penuh dengan warna. Ada suka, duka, bahagia, derita semuanya bercampur jadi satu. Tetapi yang ingin aku bagikan kali ini adalah kisahku di akhir tahun 2013. Merupakan salah satu bagian terberat dalam hidupku yang telah sukses aku lewati dengan baik.

Semuanya dimulai dengan ditutupnya kantorku pada awal bulan November 2013 kemarin yang dengan kata lain aku menjadi korban PHK. Dua minggu pertama aku masih menikmati hari-hariku dengan pergi memancing di tengah laut dan bersepeda di pagi dan sore hari. Tetapi setelah itu, kebosanan mulai melandaku. Akhirnya aku putuskan untuk mulai melamar kerja di perusahaan lain. Lamaran demi lamaran kukirimkan tetapi hasilnya nihil sampai-sampai aku benar-benar merasa frustasi dengan diriku sendiri.

Semuanya tidak berhenti sampai disana saja. Pada awal bulan December 2013, adik perempuanku terkena penyakit yg bisa dibilang "tidak jelas" yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit dengan biaya hampir 4 juta per hari. Memang adik ku sudah menikah dan menjadi tanggung jawab suaminya, tapi apakah status menikahnya lantas membuatku melepaskan hubungan darah yang ada diantara kami?. Belum lagi adikku itu punya baby yg umurnya baru sebulan lebih waktu itu. Aaaahhh, dengan semua hal yg terjadi membuat kepalaku serasa ingin meledak.

Dalam keadaan yang benar-benar depresi, aku bertanya pada si udul2:

"Dengan kemampuan dan pengalaman yang aku miliki selama 5 tahun terakhir, apa aku benar-benar tidak capable untuk perusahaan lain sampai-sampai tidak ada satu pun perusahaan yang mau memberikanku kesempatan bahkan hanya untuk sekedar interview saja?".

Dengan perlahan si udul2 memberikan penjelasan kepadaku bahwasanya dengan semua kemampuan dan pengalaman yang aku miliki, aku adalah sosok yang sangat potensial tetapi belum bertemu saja dengan perusahaan yang berjodoh denganku.

Akhirnya dalam keadaan yang kacau, aku putuskan untuk mengambil peralatan memancingku dan pergi mancing ke laut bareng si wawa. Sejenak ingin kulepaskan semua beban penat di kepalaku dengan membuangnya dilautan. Setelah beberapa jam mengambang ditengah laut, dengan kepala yang sedikit lebih ringan aku pulang ke rumah dan membawa beberapa ekor ikan kerapu hasil tangkapanku. Dan benar saja keputusanku untuk pergi ketengah laut melepas penat karena sesampainya dirumah aku mendapat kabar kalau kondisi adikku mulai membaik dan stabil. Terima kasih Tuhan, berkurang sudah satu bebanku, gumamku dalam hati.

Setelah adik ku keluar dari rumah sakit, aku dan si udul2 pergi liburan ke Singapura yang memang sudah direncanakan dari 6 bulan sebelumnya. Liburan kali ini, selain sebagai pembuktian janjiku untuk mengajaknya berlibur sebagai hadiah anniversary kita yang ke-2 juga sebagai momen me-refresh pikiranku yang kacau balau. Selama liburan di Singapura, aku dan udul2 banyak bertukar fikiran terutama demi kepentingan dan kebaikan kami berdua. Awalnya, kami berencana bahwa liburan kali ini sekaligus menjadi momen kepulangan si udul2 ke Bali untuk menetap. Tetapi karena kondisiku yg bisa dibilang kacau, akhirnya aku izinkan si udul2 menerima pinangan perusahaannya untuk dikontrak selama 6 bulan kedepan. Intinya adalah aku tidak ingin si udul2 pulang ke Bali sebagai pengangguran dalam kondisi aku yg juga masih pengangguran.

Liburanpun akhirnya selesai dan kami pulang ke Bali bersama-sama. Sesampainya di Bali, aku mendapat telpon untuk menghadiri interview di salah satu perusahaan dan dua hari kemudian aku pun hadir memenuhi undangan interview tersebut. Tepat dua hari setelah interview, si udul2 jatuh sakit sampai-sampai aku harus melarikannya ke unit gawat darurat di salah satu rumah sakit swasta di Denpasar. Setelah diobservasi selama kurang lebih 3 jam, dokter menyimpulkan bahwa si udul2 terkena penyakit tifus dan gejala demam berdarah. Ya Tuhan, cobaan apalagi yang kamu berikan padaku? tanyaku dalam hati. Setelah mendapatkan ijin dari orang tuanya, aku menjadi orang yang akan menjaga udul2 selama dirawat dirumah sakit (kebetulan waktu itu ada upacara agama di rumah si udul2 jadi keluarganya belum bisa datang untuk mengurus nya).

Dua hari pertama dirawat di rumah sakit, udul2 mengalami demam yang sangat tinggi yang mana suhu tubuhnya berada dikisaran 39-40 derajat celcius. Semua obat yang diberikan oleh dokter harus masuk lewat infus, jadi setiap malam selama dua hari mataku harus fokus ke obat yang diberikan dokter karena jika aku lalai dan obatnya sampai habis maka darah dari tangannya akan naik ke infusnya. Setelah dua hari, suhu tubuhnya mulai normal di kisaran 36 derajat celcius tetapi justru trombositnya yang menurun drastis. Dengan penuh kesabaran aku selalu mendukung si udul2 untuk berjuang melawan penyakitnya. Aku yang setiap hari mengingatkan rumah sakit untuk mengkonfirmasi keadaan si udul2 ke asuransinya untuk bisa mem back up biaya rumah sakit. Aku menjadi tiang infus berjalan bagi si udul2 ketika ia harus ke kamar kecil atau bosan tiduran di kamarnya. Aku juga yang selalu membersihkan tubuhnya dua kali sehari termasuk membersihkan muntah-muntahannya ketika perutnya mual. aku yg selalu merayunya untuk mau makan karena saat itu setiap kali ia disodori masakan rumah sakit, perutnya langsung mual dan akhirnya diam-diam aku membelikannya makanan diluar rumah sakit. apapun akan aku lakukan demi kesembuhan si udul2 waktu itu.

Seharusnya si udul2 kembali ke batam pada tanggal 29 December 2013, akan tetapi kondisinya yang masih lemah mengharuskannya untuk menunda keberangkatannya tersebut ditambah lagi dokter juga tidak mau mengambil resiko untuk memberikannya ijin keluar rumah sakit sebelum kondisinya benar-benar stabil. Akhirnya dengan berbekal surat keterangan dirawat di rumah sakit, aku me reschedule keberangkatan si udul2 ke batam menjadi tanggal 6 january 2014. Setelah kondisinya stabil dan trombositnya naik pada tanggal 30 December 2013 setelah 5 hari dirawat di rumah sakit akhirnya si udul2 dipersilahkan untuk melakukan rawat jalan. Bisa kulihat jelas di wajahnya, si udul2 begitu bahagia akhirnya ia bisa meninggalkan rumah sakit. 

Pada saat aku dan ayah si udul2 sedang beres2 untuk persiapan keluar rumah sakit, aku mendapatkan telpon yang menkonfirmasi bahwa aku diterima kerja di salah satu perusahaan tempat aku melakukan interview beberapa hari sebelumnya dengan posisi baru dan salary berlipat dari yang aku dapat dari perusahaan sebelumnya. Saat itu aku benar-benar tidak tahu apa yang aku rasakan, apakah ini benar-benar nyata? apakah ini buah dari kesabaranku selama dua bulan ini? banyak sekali pertanyaan yg terlintas di otakku saat itu. Saat itu aku benar-benar tidak tahu apa yang aku rasakan, semuanya terlihat terlalu sempurna.

Akhirnya sampai juga dipenghujung tahun 2013, dan aku benar-benar bersyukur atas semua cobaan yang diberikan Tuhan kepadaku selama dua bulan terakhir. Semua itu mengingatkan aku bahwa hidup itu seperti roda yang berputar, kadang kita berada diatas dan kadang kita berada dibawah. Jangan lelah untuk terus berusaha dan melakukan yang terbaik karena Tuhan selalu punya rencana yang indah dibalik semua cobaannya.

Semoga cerita ini bisa memberikan sedikit suntikan motivasi bagi teman-teman yang sedang menghadapi masalah, percayalah semua akan indah pada waktunya.

Grey 2014

Catatan:
SELAMAT TAHUN BARU 2014. SEMOGA DITAHUN YANG BARU INI KESUKSESAN SELALU MENGIRINGI DALAM SETIAP LANGKAH KAKI KITA.


21 Des 2013

Liburan Akhir Tahun di Singapura

Negara kecil yang maju, makmur dan tertib, inilah kesan pertama yang tertangkap olehku ketika pertama kali menginjakkan kaki di Singapura.

Akhirnya setelah direncanakan selama satu tahun, aku dan udul2 sampai juga di Negara tetangga Singapura. Aku berangkat dari Bali dengan menumpang Pesawat Air Asia dan keesokan harinya dengan menggunakan speed boat pacific ferry jurusan Batam aku jemput si udul2. Kami menginap di Hotel Grand Hyatt Singapura di daerah Scoot Rd yg hanya berjarak beberapa meter dari Orchard Rd yang terkenal itu.

Tak banyak yang bisa aku ceritakan dari perjalanan kami kali ini. Sepanjang mata memandang yang ada hanya gedung-gedung pencakar langit, ratusan pusat-pusat perbelanjaan, mobil-mobil keren, MRT yg terletak di bawah tanah, pejalan kaki yang berjubel dan beberapa ikon khas Negara tersebut seperti Patung Singa Merlion, Gedung Esplanade, Sentosa Island, dll. Dari segi makanan, aku hanya mencicipi Chinese Food kesukaanku yaitu ayam dan bebek panggang.

Setelah melewati 4 hari 3 malam di Singapura, kami pun akhirnya pulang ke Bali dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia dan sampai di Bali dengan selamat setelah 2,5 jam perjalanan.

Jika ditanya aku menikmati apa tidak berlibur di Singapura, jawabanku tidak. Entah mengapa aku merasa suntuk, mumet dan sumpek melihat keadaan sekelilingku selama disana. Tak ada udara sejuk, tak ada pemandangan hijau membentang, tak ada pantai-pantai indah yang bersih. Tapi aku menikmati setiap momen kebersamaanku dengan si Udul2. Melihatnya tersenyum adalah kebahagiaan yang tidak ternilai oleh apapun. Bagiku kebahagiaan nya adalah hidupku.














Grey 2013

2 Des 2013

Mabuk Pesawat yang Menyebalkan

Dari sekian banyak moda transportasi yang ada, pesawat terbang adalah yg paling menyiksaku. Jika diambil skalanya, 9 dari 10 penerbangan yg aku tumpangi membuatku mabuk. Payah? iya aku payah jika sudah di dalam pesawat. aku merasa begitu kesal dan dongkol, perasaanku gelisah dan aku benar2 tidak bisa mengendalikan diriku setiap kali masuk ke dalam kabin pesawat terbang. dan efeknya adalah banyak kejadian memalukan yg aku alami, baik di dalam pesawat maupun setelah turun dari pesawat.

Adapun kejadian yang paling memalukan setelah penerbangan buatku yang mungkin tak akan pernah aku lupakan adalah ketika aku dan si Udul2 berlibur ke Yogyakarta. Waktu itu aku berangkat dari Bali dan dia berangkat dari Batam. Seperti biasa, setelah turun dari pesawat kepalaku terasa sangat berat, perutku mual dan wajahku pucat. Kebetulan flight ku tiba satu jam lebih awal dari flight nya si udul2 jadi aku berfikir untuk sejenak menenangkan diri dengan duduk di daerah sekitar depan pintu kedatangan. Kulepaskan tas ransel hitam dari punggungku dan aku bersandar pada salah satu tiang yang ada di depan counter taxi bandara. Sampai dengan pesawatnya si udul2 mendarat di Jogja, keadaanku tidak juga membaik. Setelah bertemu dengan si Udul2 dalam keadaan yg acak2an, akhirnya kami pun memanggil taxi dan pergi ke hotel yg sudah kita pesan sebelumnya. Ditengah perjalanan, si udul2 memberiku tissue untuk mengelap keringat yang terus bercucuran di wajahku terutama yang keluar dari atas bibirku. Sesampai di hotel, aku langsung membasuh wajahku dengan air hangat, dan meminum banyak air putih tetapi tidak langsung membuat kondisiku membaik. Aku memerlukan sekitar setengah hari untuk menormalkan kondisiku seperti semula.

Pertemuanku dengan si Udul2 di Yogyakarta adalah pertemuan pertama kami, dan jika aku bertanya padanya sebuah pertanyaan "momen apa yang paling berkesan buatmu di saat pertemuan kita yang pertama?" maka jawaban si Udul2 adalah: "Ciuman pertama kita karena saat kita berciuman, mulutmu bau orang mabuk yang membuatku tidak nyaman." OMG, iya benar, dia benar2 mengatakan itu padaku dan aku hanya bisa tertunduk malu dibuatnya :( . 




17 Nov 2013

UDUL2 vs KETIAKKU

Kebiasaan apa yg biasanya dilakukan oleh pasangan kalian saat kalian sedang bersama??? Nah ini dia yang akan aku bagi saat ini.

Liburan pertama kami di Yogya sekaligus menjadi pertemuan pertama kami. Masih jelas sekali di ingatanku pertama kalinya aku melihat dia keluar dari pintu kedatangan di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Ah seperti mimpi yang jadi kenyataan rasanya. Singkat cerita, malam harinya ketika aku sudah tertidur nyenyak tiba-tiba aku rasakan ada sesuatu yang bergerak-gerak di ketiakku. Spontan aku terbangun dan mendapati Si Udul2 sedang sibuk mencari posisi yang pas dibawah ketiakku. OMG!!!!!, "Ayank, kmu lagi ngapain" tanyaku. "Aku ga bisa bo2, ga pa2 kan aku bo2 diketiakmu? tanyanya sambil memelas. Mau ga mau aku mengiyakannya. Dan hasilnya, sepanjang malam itu entah berapa kali aku kaget dan terbangun sambil berkata "sini2 ayank, bo2 di ketiakku" (menurut Si Udul2 sih) dan itu terjadi selama kami berada di Yogya, setiap malam.

Tenyata kegiatan tidur dibawah ketiakku yang dilakukan oleh Si Udul2 tidak hanya berhenti selama di Yogya saja. Sepulang dari Yogya, kami sempat menginap di salah satu hotel di Denpasar dan kembali lagi kegiatan tidur diketiakku dilakukannya. "Ah, mungkin hanya sementara saja" pikirku tetapi tidak. ternyata tidur dibawah ketiakku sudah menjadi kebiasaan buat Si Udul2. Pernah aku mengunjunginya pada Bulan Mei 2012, selama seminggu aku tinggal di Batam dan hasilnya 7 hari 7 malam si Udul2 tidur dibawak ketiakku. Tetapi ada satu malam yang tidak ia lakukan kebiasaannya itu, yaitu sepulangnya aku dari ICU krn penyakit Maag ku yang tiba2 saja kambuh (mungkin karena dia tidak ingin menggangguku).

Di Bulan Maret tahun 2013, aku kembali mengunjunginya di Batam, waktu itu hanya tiga hari saja aku disana. dan kembali lagi dia melakukan kebiasaan tidur di ketiakku. Waktu itu aku merasa benar-benar lelah dan aku pun berkata kepadanya "ayank, maaf aku ga bisa bo2 klo kamu kek gini terus". akhirnya dengan wajah yang masam Si Udul2 langsung berpindah posisi memeluk gulingnya sambil berkata "dasar Bun2 pelit"

Bulan depan, kami akan liburan bersama si Singapore selama 4 hari 3 malam dan aku akan menjemputnya terlebih dahulu ke Batam. Entah kebiasaannya  itu masih ada atau tidak disaat kita di Singapore nanti.

Pada intinya aku tidak keberatan dengan kebiasaannya si Udul2 itu hanya saja mungkin aku butuh waktu untuk membiasakan diri saja. Ya bagaimanapun kedepannya aku akan sering tidur dengannya karena balik dari Singapore, dia akan menetap di Bali. Ya walaupun kami mungkin tidak tinggal bareng, tapi setidaknya frekuensi pertemuan kami akan semakin sering.

Grey 2013


6 Nov 2013

Wisata Kuliner di Batam

Tak ada bosan rasanya untuk mengulas kota kecil ini. Sebelumnya aku pernah menilis mengenai kota ini di artikel Oleh-Oleh Dari Batam http://grey-andrew.blogspot.com/2012/05/oleh-oleh-dari-batam-honeymoon-part-2.html dan kini aku akan mengulas kembali mengenai salah satu tempat wisata kesukaanku ini.


Ada beberapa kolega yang padaku, bertanya kenapa aku suka sekali pergi ke Batam bahkan hampir setiap tahun menyempatkan diri untuk ke Batam? apa spesialnya di Batam yang tidak ada di Bali?. Tentu saja jawaban pertama yang keluar dari mulutku adalah makanannya, makanan dari berbagai wilayah terutama makanan melayu yang jenisnya tak bisa kuhitung lagi. Selain wisata kuliner, Batam juga merupakan surga bagi shopaholic . Tapi berhubung saya tidak terlalu suka shopping, maka saya tidak terlalu memberikan perhatian khusus untuk hal tersebut.

Batam, kota ini memang tidak asing lagi buatku karena di kota inilah seakan tak ada puas nya aku berwisata kuliner. Dari resto mewah sampai di pasar pagi yang becek sudah pernah kujabanin dan justru makanan-makanan yg kelas kaki lima atau kelas pasar becek lebih memuaskan taste lidahku dibandingkan dengan resto-resto mewah.

Untuk kelas resto dan Bistro, saya pernah mencoba La Cruise Batam, Empek2 Pak Raden, Grand Duck, Bistro Godiva, dll dan hasilnya hanya Grand Duck yang bisa mencuri hati saya. Untuk kelas kaki lima Pasar Pagi Penuin selalu menjadi pilihan pertama saya. Segala jenis masakan tersedia mulai dari roti pratta, ayam hainan, epok-epok, otak-otak basah, laksa, siobak, gonggong, jajanan pasar ah pokoknya banyaaaaaak sekali. Dan yang menjadi primadonanya adalah ayam hainan dan roti pratta. 

Oh iya, ada satu lagi tempat kesukaan saya yaitu morning bakery. dari sekian banyak cabang, saya paling suka nongkrong di morning bakery windsor. Walaupun bisa dibilang tempat ini yang paling ramai dibandingkan dengan lokasi lainnya, tapi entah mengapa saya nyaman sekali ditempat ini. menikmati secangkir kopi hitam pekat yang pahit dan sepotong roti sudah lebih dari cukup untuk mengawali hari yang panjang di Batam.

Batam memang tak seindah Bali, tapi kota ini akan selalu punya tempat spesial dihatiku ^_^ .


Note:

Cobalah untuk breakfast di Swiss Belinn Jodoh - Batam. Mereka mungkin tidak punya fasilitas mewah hotel bintang 5 tapi pilihan menu di buffet breakfast nya setara kualitas hotel bintang 5 (highly recommended).

Grey 2013




Pondok Ikan Bakar Batam Center 

Lo Ma Kai Grand Duck
  
Sate Padang Nagoya Hill

Ayam cabai hijau 808 Windsor


Ayam Taliwang Pelita


Martabak Sari Eco (Juara)

Otak2 Basah

Morning Bakery

Roti Pratta Pasar Penuin

Siobak Pasar Penuin

Ayam Hainan Pasar Penuin (Juara)

Epok2 Astro

Gulai Ikan di (lupa nama resto padangnya)



Sunset di Pantai Petitenget

Pantai Petitenget, merupakan salah satu Pantai yang terletak di Desa Kerobokan sekitar 15 menit dari Bandar Udara Ngurah Rai Bali yang kebetulan satu garis pantai dengan Pantai Kuta dan Legian. Berbeda dengan Pantai Kuta dan pantai Legian, Pantai ini relatif lebih sepi dan tenang sehingga menjadi tempat yang tepat untuk menikmati tenggelamnya matahari di sore hari.

Kenapa pantai ini dinamakan Petitenget ini berhubungan dengan mitos Pura Petitenget yang berada di tepi pantai ini. Konon dulunya kawasan ini merupakan daerah yang angker sebelum dibangun pura. Menurut cerita pada zaman dahulu ada seorang Resi bernama Dang Hyang Nirarta. Sebelum melanjutkan perjalanaan menuju Pura Uluwatu, Dang Hyang Nirarta singgah dan bertemu denganBatara Masceti, disela sela pembicaraan terlihat bayangan hitam yang bersembunyi semak-semak setelah dipanggil keluar ternyata Bhuta Ijo. Akhirnya Bhuta Ijo diberi mandat dan kesaktian untuk menjaga peti pecanangan (tempat sirih). Saking setianya Bhuta Ijo setiap penduduk yang datang kekawasan ini untuk mencari kayu bakar dibuat sakit oleh Bhuta Ijo karena dianggap ingin mengambil peti pecanangan. Akhirnya agar makhluk gaib tersebut tidak lagi mengganggu atau mengusik ketenangan masyarakat, dibuatkan bangunan suci untuk tempat pemujaan dan diberi nama Pura Petitenget (peti artinya peti dan tenget artinya angker jadi kalau dijabarkan Petitenget mempunyai pengertian peti yang angker). Sejak saat itu karena berada dalam satu kawasan maka pantainya juga (http://wisatadewata.com/article/wisata/pantai-petitenget)

Kebetulan beberapa waktu lalu aku diculik oleh salah seorang teman untuk menemaninya menikmati indahnya sunset di Pantai Petitenget dan mengabadikannya dengan kameraku. Berikut sedikit gambaran dari lensa kameraku

Grey 2013







Hobby Baru Si Grey

Cuaca malam ini begitu panas di Bali yang membuatku tidak bisa tidur dan jadilah ditinggal bo2 sama si Udul2. Nonton tv tp ga ada acara yang bermutu, dengerin radio, ga ada yg menarik programnya. Fhiuuuh, jadilah kuhidupkan lappie sambil duduk bersandar di sofa dan diiringi lagu2 koleksi mp3 yg kuputar dari home theater di kamar.

Malam ini aku mau sharing hobby baruku yaitu gowes. Jadi ceritanya dua bulan lalu ada seorang teman lama yang lagi kecanduan gowes dan akhirnya mengajakku serta. Awalnya aku bingung karena tidak punya sepeda gayung (MTB) jadi aku minta ijin si Udul2 buat beli sepeda baru dan kebetulan dia juga mendukung keinginanku (maklum dia itu punya obsesi membuat aku kurus). Jadilah aku survey ke beberapa toko sepeda tapi anehnya dari sekian banyak pilihan, tidak ada satupun yang nyangkut dihatiku. Akhirnya aku meminta advice dari bokap siapa tau dia punya kenalan yang punya toko sepeda. Tidak lama setelah aku mengutarakan keinginanku untuk membeli sepeda gunung kepada bokap, tiba2 di garase rumah terpampang sebuah sepeda gayung berwarna hijau stabilo.  Dan yang lebih membuatku kaget adalah ternyata sepeda yang aku lihat itu adalah sepeda gayungku jaman SMP dulu yang sudah di perbaiki dan di cat ulang oleh bokap ( bokapku the best lah). Memang hasilnya tidak sebagus sepeda gunung baru tapi aku benar2 jatuh cinta pada si hijau itu.

Akhirnya hari yang dijanjikan oleh temanku untuk bersepeda bareng pun tiba juga. Setelah berpamitan dengan si Udul2 dan dengat semangat 45 yang membara, perlahan tapi pasti ku kayuh sepedaku. Aku masih ingat rute awal pertama kali aku gowes adalah Denpasar – Legian – Denpasar sejauh 10 km (pp) yang aku tempuh dengan waktu 1,5 jam (pp). Begitu sampai di rumah, tulang2 di sekujur tubuhku terasa mau copot semua dan yang paling parah, aku harus menahan pegal di bokongku selama tiga hari tiga malam (menyebalkan).

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, aku mencoba gowes dengan menempuh rute2 pendek sekitar rumahku. Tanpa terasa, perlahan tubuhku mulai bisa menyesuaikan dengan kegiatan baruku ini dan impact nya adalah aku seperti ketagihan untuk mencoba rute2 baru yang lebih jauh, lebih jauh, dan lebih jauh lagi. Untuk hari kerja, aku biasanya gowes setelah pulang kerja dari pukul 6 sore sampai pukul 8 malam dan rutenya selalu sama yaitu Denpasar-Imam Bonjol-Nakula-Sunset Road-Bypass Ngurah Rai-Denpasar setiap 2 hari sekali. Sedangkan untuk weekend (sabtu-minggu) aku bisa gowes 2 kali dalam sehari yaitu dipagi dan sore hari dan rutenya bervariasi seperti daerah Seminyak, Legian, Kuta, Sanur dan sekitarnya.
Adapun rute terjauh yang pernah aku tempuh adalah pada hari sabtu lalu yaitu Denpasar-Pemogan-Bypass Ngurah Rai-Sanur-Danau Tempe-Sidakarya-Sesetan-Denpasar dengan total jarak kurang lebih 25 km dan memakan waktu 2 jam. Dalam perjalanan tersebut, aku menyempatkan diri untuk mampir di Pantai Merta Sari Sanur untuk menikmati sunrise dengan melewati kawasan mangrove.

Hari ini pun sepulang kerja aku gowes dengan tujuan melihat sun set di pantai 66 (double six) Legian. Berhubung jam 6 sore aku baru berangkat dari rumah jadi begitu sampai di tkp , matahari sudah tidak terlihat lagi. Tapi tak apa, setidaknya aku bisa mengurangi sedikit kepenatan pikiranku karena pekerjaan dengan gowes.


Grey 2013