Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan

6 Sep 2012

Dibalik Kemewahan Dunia Maya

Belakangan ini aku sering diprotes sama si Gek mengapa aku tidak pernah menulis lagi? Hmmmm baiklah kali ini aku akan menulis dengan topik seputar dunia maya.

Partnerku si Gek punya dua hobby yang kalau aku larang bisa membuatnya gila. Adapun kedua hobby nya tersebut akan aku jabarkan secara terinci dan detil sebagai berikut:

Shopping
Wanita mana yang tidak suka shopping? Terlebih lagi jika ia/mereka mempunyai kemampuan ekonomi diatas rata2. Begitu juga halnya dengan si Gek, shopping sudah seperti udara yang diperlukan oleh paru-parunya untuk tetap hidup. Mulai dari pakaian, parfume, sandal/sepatu, sampai dompet serta tak ketinggalan tas dan kesemuanya tentu saja melibatkan brands terkenal seperti Coco Chanel, Louis Vuitton, D&G, Versace, Prada etc. Hobby ini sudah sejak kecil ditekuninya terlebih lagi tempat tinggalnya sekarang hanya berjarak 30 menit dari singapore yang sudah terkenal sebagai surga nya shoppaholic. Adapun budget yang Gek sediakan setiap bulannya adalah 15jt untuk hobby shoppingnya ini

Salon
Kalau shopping sudah seperti udara bagi paru-paru si Gek, pergi ke salon seperti air penghilang dahaga tubuhnya. Hobby nya yang satu ini sering dilakukan di waktu weekend nya (sabtu dan minggu). Adapun salah satu salon langganannya ada di daerah nagoya, dimana si Gek biasa datang kesana untuk mengubah style rambutnya, perawatan wajah, massage sampai paddy-manny cure. Sedangkan budget yang dia sediakan untuk hobby nyalon nya ini adalah 5jt setiap bulannya.

Dengan pekerjaan dan penghasilan yang mapan serta otak yang cerdas didukung dengan latar belakang pendidikan yang hebat, bukan hal yang mustahil bagi si Gek untuk menekuni hobbies nya tersebut diatas terlebih lagi dari tahun ke tahun pendapatan si Gek terus saja meningkat begitu juga budget untuk hobby nya otomatis akan disesuaikannya setiap tahun.

**********************************************************************************

Hmmmmmm, bagaimana menurut pendapat kalian para pembaca mengenai tulisanku diatas??? Apa aku terkesan memamerkan kekayaan kekasihku atau aku terkesan sombong dengan mengumbar materi di dunia maya???

Hayolah, semuanya hanya karangan bohong hasil imajinasi ku saja. Mudah, sangat mudah, aku yang tidak pandai menulis pun bisa membuat cerita bohong seperti diatas hanya dalam hitungan beberapa menit saja. Dan mengapa aku melakukannya???

Setiap orang, siapapun mereka bisa menuliskan apapun di dunia maya dengan berbagai tujuan seperti ketenaran, sanjungan dan pujian, penghormatan, pengakuan dan sejuta alasan lainnya yang tidak bisa mereka dapatkan dari kehidupan nyata mereka. Memilih dunia maya sebagai tempat curhat, berteriak, membual dan berbohong adalah hal yang paling tepat, mengapa? Karena mereka terlalu takut untuk menjadi diri mereka sendiri di dunia nyata dan inilah dunia maya, siapapun bisa menjadi apapun yang mereka mau.

Grey Andrew

5 Okt 2011

Kontroversi Pembangunan Bali International Park

Bali International Park (BIP) merupakan mega proyek triliunan rupiah yang digagas oleh Pemerintah Pusat guna menyambut penyelenggaraan Konfrensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation 2013. BIP nantinya akan menjadi tempat diselenggarakannya perhelatan International yang dipersiapkan memiliki gedung pertemuan berkapasitas 10.000 orang dan dilengkapi dengan tempat peristirahatan khusus untuk setiap kepala Negara yang memiliki fasilitas ruangan anti peluru, landasan dan juga dilengkapi dengan 200 kondotel mewah.

BIP akan dibangun di atas lahan seluas 250 Hektar di kawasan Jimbaran dengan estimasi biaya sebesar US$280. Guna merealisasikan rencana ini, Presiden ikut turun tangan dengan mengeluarkan Keputusan Presiden No.29/2010 yang langsung ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No.KM.6/UM.001/MKP/2011 tanggal 11 Januari 2011 tentang pembangunan BIP sebagai lokasi pelaksanaan APEC Summit 2013.

Pertanyaannya sekarang adalah, Apakah Bali memang benar-benar memerlukan BIP ini???

Mari kita tengok MICE Facilities yang telah dimiliki oleh Bali. Sebagai daerah destinasi wisata MICE (meeting, incentive, conference and exhibition), sarana dan prasarana yang dimiliki Bali sudah bisa dikatakan lebih dari cukup untuk bisa sukses menyelenggarakan event-event besar terutama yang bertaraf International sekelas United Nation Climate Changes dan 9th International Coral Reef Symposium yang diselengggarakan di Bali International Convention Center (BICC) dengan peserta lebih dari 12.000 orang. ditambah lagi baru-baru ini juga telah diresmikan Bali Nusa Dua Convension Center (BNDCC) yang kapasitas tampungnya mencapai lebih dari 5.000 orang dan akan menjadi tempat penyelenggaraan ASEAN Summit 2011 pada Bulan November mendatang. Selain itu sebanyak 55.000 kamar hotel yang telah berdiri di Bali siap untuk menampung partisipan dari seluruh penjuru dunia.

Selain fasilitas di atas, faktor keamanan yang stabil juga sangat berpengaruh terhadap sukses tidaknya penyelenggaraan suatu event. Sebagai bukti keamanan di Bali sangat memungkinkan untuk menyelenggarakan perhelatan akbar bisa dilihat dari kedatangan Presiden United State of America yang merupakan pembuktian keamanan di Bali tidak diragukan lagi.

Pembangunan BIP yang telah mendapatkan persetujuan dari Presiden SBY serta didukung penuh oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata , Jero Wacik, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika dan juga mendapat restu dari PHRI Bali tidak serta merta membuat pembangunan Mega Proyek triliunan ini berjalan mulus. Terbukti dari belum turun nya ijin pembangunan dari Bupati Badung, AA Gede Agung dan adanya beberapa penolakan terutama dari WALHI Bali yang berupaya keras untuk menggalang dukungan dalam penolakan pembangunan BIP dengan mengemukakan alasan bahwa proyek BIP melanggar berbagai aturan hukum yang ada terutama ketidak konsistenan pemerintah daerah Bali dalam moratorium pembangunan Bali daerah Selatan. Tanah-tanah dikavling guna dibangun hotel-hotel berbintag dan villa-villa mewah demi meraup dollar. Bali seakan bukan milik orang Bali lagi tapi sudah milik Investor pengeruk dollar dan mengorbankan lingkungan hidup di Bali. Sepertinya Konsep Tri Hita Karana tidak lebih hanya sekedar coretan tinta diatas kertas yang tersimpan didalam lemari besi tua di dalam kantor pemerintahan Provinsi Bali.

Apakah Bali benar-benar memerlukan BIP ini? Jawabannya saya kembalikan kepada pembaca. Tetapi sebagai insan pariwisata, Saya berharap yang terbaik untuk Bali kedepannya. Jangan hanya demi meraup untung berlimpah, pemerintah mengorbankan ke-ajeg-an Bali, ke-sakral-an Bali dan keseimbangan dan keselarasan dalam kehidupan di Bali.

Grey, 1 October 2011



Sumber:

http://walhibali.org

http://www.bisnis.com/articles/pembangunan-bali-internasional-park-tunggu-izin-pemkab

www.baliconvention.com

www.baliconventioncenter.com

9 Nov 2010

Wajah Bali ku Kini



Bali, siapa sih yang tidak mengenal pulau seribu pura ini? keindahan alam, adat istiadat, budaya serta keramah-tamahan penduduknya sudah terkenal di seluruh dunia. siapa pun yang pernah datang ke Bali mungkin tidak akan pernah bosan mengagumi pulau yang merupakan salah satu DTW (daerah tujuan wisata) terkenal di dunia.

Aku beruntung terlahir sebagai penduduk asli pulau dewata ini, dan sampai saat ini pun aku tak pernah bosan mengagumi keindahan alam pulau kelahiranku ini. tetapi ada beberapa hal yang membuatku mulai berfikir belakangan ini, mau dibawa kemana arah pembangunan pulau ini kedepannya?

Bali yang kini sudah tidak sama lagi dengan bali yang dulu. gedung-gedung bertingkat, ruko-ruko, pusat-pusat perbelanjaan yang besar dan megah dengan arsitektur modern, hotel, diskotik, cafe, villa, apartment sampai kos-kosan kini sudah berjamur disetiap sudut jalan daerah yang terkenal dengan objek wisatanya. pertanyaannya adalah: apakah yang dicari oleh wisatawan baik domestik ataupun mancanegara datang ke Bali?.

Dalam sebuah study penelitian yang pernah aku dan kawan-kawanku lakukan sewaktu duduk di bangku kuliah, lebih dari 50% responden (total responden adalah 100 orang) mengatakan bahwa alasan mereka datang ke Bali adalah ingin mencari sesuatu yang tidak mereka dapatkan di tempat mereka seperti keindahan alam, kebudayaan, serta adat-istiadat yang hanya ada di Bali saja.

Jika kita bermain logika, apa wisatawan datang ke bali untuk menginap di hotel mewah dengan pelayanan seperti raja atau menginap di apartment-apartment yang menjulang tinggi, shopping di shopping center yang megah dengan arsitektur modern yang notabena mungkin mereka bisa temukan yang lebih di tempat/ negara asal mereka.

kini bali telah berubah banyak, sebagai contoh 15 tahun yang lalu masih sangat melekat dibayanganku kuta itu seperti apa, memang sudah banyak ada hotel-hotel berbintang tetapi dibeberapa tempat masih ada lahan kosong yang ditumbuhi pepohonan hijau nan rindang, jalanannya pun masih belum terlalu ramai,. sedangkan kini tak satu sudut pun di kuta aku bisa menemukan lahan kosong yang hijau, semuanya berubah menjadi hutan beton dan jalanan semakin padat dan selalu macet ditambah lagi jika hujan turun dibeberapa kawasan tergenag air akibat tidak bagusnya saluran drainase yang sampai detik inipun masih ada pembongkaran disana-sini untuk galian drainase ini.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa untuk menunjang pariwisata, pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana yang cukup memadai agar kepariwisataan didaerah bisa maju tetapi menurut saya akan lebih baik jika sarana dan prasarana wisata di bali dibuat mengikuti aturan bali seperti model bangunan yang menggunakan arsitektur bali sehingga bisa dapat semakin memperkuat atmosphere Bali. perbanyak pasar-pasar seni tradisional bukannya Mall-mall yang megah dan mewah, dan masih banyak lagi hal lain yang sebenarnya bisa dilakukan pemerintah untuk menjaga agar Bali tetap menjadi dirinya sendiri.